Virus Corona di Indonesia

Polisi Perketat Aturan Mudik, Kendaraan Pribadi Hanya Diisi Setengah Kapasitas, Sedan Cuma 2 Orang

Menghambat penyebaran wabah virus Corona Covid-19, Korlantas Polri perketat aturan mudik Lebaran 2020. Kendaraan pribadi hanya boleh diisi setengahnya

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pemudik bermotor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019). Untuk mudik Lebaran 2020, Korlantas Polri mengeluarkan aturan untuk pemudik motor, tidak boleh berboncengan. 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Menyertai imbauan tidak mudik Lebaran 2020, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengeluarkan berbagai aturan untuk memperketat perjalanan pulang kampung.

Aturan mudik itu dibuat untuk menghambat penyebaran wabah virus Corona Covid-19 itu intinya adalah pembatasan penumpang mudik, terutama untuk kendaraan pribadi.

Kepala Korlantas Polri Irjen Istiono menegaskan, setiap kendaraan diharapkan hanya mengisi setengah dari kapasitas penumpang.

Antisipasi Pemudik yang Nekat Pulang Kampung, Pemkot Kediri Buat Tempat Observasi di Kecamatan

Polres Malang Ajak Masyarakat Tak Mudik Jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun ini

Cegah Penyebaran Virus Corona, Pemkot Blitar Siapkan 3 Tempat Karantina untuk Pemudik

"Misalnya mobil sedan hanya diberlakukan untuk dua orang, kemudian mobil station, kijang, itu cukup tiga orang, depan, tengah, belakang, tiga orang," ujar Istiono melalui keterangan tertulis, Selasa (7/4/2020).

Kemudian, pengendara roda dua diharapkan tidak berboncengan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari skenario yang disiapkan Korlantas demi mencegah penyebaran virus antarprovinsi selama mudik.

Langkah lainnya adalah menyiapkan posko kesehatan yang terhubung langsung dengan rumah sakit rujukan Covid-19 di daerah tersebut serta tempat peristirahatan.

Posko kesehatan akan ditempatkan di tempat-tempat keberangkatan dan kedatangan, jalan arteri, dan rest area di jalan tol.

"Kemudian di tol pula, yang bukan melalui jalan arteri juga kita siapkan di rest area itu, posko kesehatan yang connect juga dengan rumah sakit rujukan Covid-19," katanya.

Nantinya, mereka yang mudik akan berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan harus melakukan karantina selama 14 hari.

Halaman
12
Editor: Adi Sasono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved