Virus Corona di Surabaya

Tekan Penyebaran Covid-19, Wali Kota Risma Minta Warga di Luar Kota Tunda Kepulangan ke Surabaya

Wali Kota Risma meminta warga apabila ada anggota keluarganya yang berada di luar kota atau luar negeri agar menunda kepulangannya ke Surabaya.

TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, turun secara langsung melakukan penyemprotan disinfektan untuk tangkal sebaran virus Corona di Surabaya, Selasa (17/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Surat edaran terkait protokol pengendalian mobilitas penduduk telah dibuat khusus oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Bahkan, wali kota yang akrab disapa Risma itu sudah mengirimkan surat edaran tersebut kepada ketua RT, pengelola apartemen, pengelola country house, dan pengurus REI Jawa Timur.

Surat bernomor 470/3674/436.7.13/2020 itu merujuk pada keputusan presiden RI nomor 11 tahun 2020 tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat akibat virus Corona (Covid-19).

Menag Imbau Tak Salat Tarawih dan Idul Fitri Jamaah, Masjid Al-Akbar Surabaya Tunggu Perkembangan

Alasan Pemkot Surabaya Belum Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar secara Resmi di Kota Pahlawan

Dikutip dari surat edaran tersebut, Risma meminta warga apabila ada anggota keluarganya yang berada di luar kota atau luar negeri agar menunda kepulangannya ke Surabaya.

"Yang mau pulang kampung ke Surabaya, kami mohon ditunda dulu," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, Selasa (7/4/2020).

Sementara untuk warga yang sudah terlanjur pulang ke Surabaya, Risma juga sudah mengatur ketentuan yang harus dilakukan.

Di antaranya, kepala keluarga atau anggota keluarga harus melapor kepada ketua maupun pengurus RT, atau pengelola apartemen setempat.

Tarif Air PDAM Gratis 2 Bulan Bagi Warga Surabaya Tak Mampu, Cek Ketentuan Lengkapnya di Sini!

Ketua KONI Surabaya Imbau Jajarannya Berpartisipasi dalam Penanganan Covid-19 di Kota Pahlawan

Laporan itu harus segera dilakukan paling lambat 1x24 jam sejak kedatangan.

Kemudian pengelola country house, pemilik rumah sewa atau kos maupun asrama harus melakukan pendataan dan deteksi dini melalui aplikasi khusus lawancovid-19 yang diluncurkan Pemkot Surabaya.

"Ini harus kita patuhi bersama, karena ini demi kebaikan bersama,” terang Agus Imam Sonhaji.

Editor: Dwi Prastika

Ada Usulan Liga 1 2020 bakal Dihentikan, Persebaya Surabaya Masih Tunggu Kabar Baik

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved