Virus Corona di Pasuruan

APD Tenaga Medis di RSU Bangil Pasuruan Hanya Cukup Tiga Minggu, Ini Saran Anggota Pansus COVID-19

Pasca dibentuk, Panitia Khusus (Pansus) COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur langsung sidak RSUD Bangil yang berada di Kabupaten Pasuruan

(Surya/Galih Lintartika)
Satgas saat sidak RSUD Bangil Kabupaten pasuruan 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pasca dibentuk, Panitia Khusus (Pansus) COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur langsung sidak RSUD Bangil yang berada di Kabupaten Pasuruan sebagai rumah sakit rujukan untuk menangani pandemi virus Corona atau Covid-19, Selasa (7/4/2020) sore.

Dalam sidak itu, pansus menanyakan stok kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) yang dimiliki RSUD Bangil dalam menghadapi badai pandemi virus ini. Baik itu dari sisi stok masker, hazmat, dan kelengkapan lainnya.

Salah satu anggota Pansus COVID-19, Kasiman mengatakan, dari hasil sidak kemarin, ternyata stok APD yang dimiliki RSUD Bangil hanya cukup sampai tiga minggu ke depan.

Ia tidak membayangkan setelah tiga minggu apa yang terjadi. Ia menyebut, APD menjadi hal yang mendasar dan wajib dimiliki oleh RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

"Per harinya butuh 50 set APD mulai masker, hazmat dan lainnya. Dan itu semua sekali buang," kata Kasiman, Rabu (8/4/2020).

Hujan Deras Landa Surabaya, Pohon Sono Ambruk Tutupi Ruas Jalan Kebraon, Arus Lalin Sempat Macet

VIRAL Komentar Baim Wong di Foto Anya Geraldine, Sampai Dapat Ribuan Like, Babe Cabita Ikut Nimbrung

Ketua DPD RI LaNyalla : Tidak Benar RUU Minerba Cacat Hukum

Ia mendesak RSUD Bangil untuk terus memonitoring pesanan dan segera membuat perencanaan jangka panjang untuk ketersediaan APD ini.

"Pastikan kebutuhan APD ini. Jangan sampai tenaga medis tidak menggunakan APD yang sesuai dengan protokol kesehatan. Jadi saya harap, perlu ada pengawasan," tambah dia.

Ia menjelaskan, jika memang perlu, buat kemitraan dengan pelaku UMKM di Pasuruan untuk membuat APD yang dibutuhkan tenaga medis, baik itu masker atau hazmat sesuai dengan standar WHO.

"Saya harap, akan ada percepatan pembelanjaan untuk ketersidaan APD ini. Jangan menunggu habis, kalau bisa sekarang belanja dan nanti dimasukkan dalam stok agar tidak sampai kekurangan," jelas dia.

Sekadar diketahui, hazmat di RSUD Bangil hanya tersisa 300 biji dan150 biji yang sudah ada di rumah sakit. Sisanya masih ada 5.000 hazmat tapi dikirim setiap minggunya.

Per minggunya, distributor akan mengirimkan 1.000 hazmat ini. Sedangkan untuk masker A-19, RSUD Bangil hanya memiliki 150 biji, dan masker bedah hanya 3.000 biji. Semuanya hanya cukup untuk kebutuhan selama tiga minggu.

"Mudah - mudahan segera ada tindakan, agar tidak sampai kelangkaan, dan jangan sampai dokter tidak menggunakan APD dalam menangani pasien yang diduga terpapar pandemi virus ini," pungkas dia. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved