Breaking News:

Jengkel Disuruh Jual Sabu Tapi Tak Laku, Kakek Surabaya Nekat Pakai Sendiri, Berujung Sidang di PN

Suratno sendiri terjerat kasus dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu sebanyak enam poket seberat masing-masing 0,040 gram.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Sidang atas terdakwa Suratno di PN Surabaya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Suratno terkendala suara hakim dan jaksa saat jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Pria 60 tahun itu hanya mengiyakan segala apa yang dipertanyakan hakim. 

Suratno sendiri terjerat kasus dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu sebanyak enam poket seberat masing-masing 0,040 gram.

Dalam dakwaan JPU Hadi Winarno dijelaskan, Suratno ditangkap oleh kepolisian di Jalan Kampung Malang Surabaya. 

Edarkan Sabu dan Pil Koplo, Pria Asal Surabaya ini Jalani Sidang, Tak Ajukan Keberatan

Pengadilan Negeri Surabaya Wajibkan Pengacara Hadir saat Sidang Online, Humas: Perangkat IT Terbatas

Hindari Salah ‘Merumahkan’ WBP, Lapas di Jatim Sidang TPP Sebelum Beri Hak Asimilasi & Integrasi

"Saya waktu itu dititipi barang itu. Disuruh jual tapi karena nggak laku-laku saya pakai sendiri," ujar Suranto melalui teleconfrence di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Rabu, (8/4/2020). 

Dia pun memenuhi permintaan Taufik (berkas terpisah) untuk menyimpan sabu tersebut karena butuh uang.

Suratno dijanjikan Taufik akan mendapat upah bila telah menjual sabu tersebut seharga berkisar Rp 200-250 ribu. 

Saksi dari Polisi Imam menyebutkan pihaknya melakukan penangkapan tersebut atas dasar laporan masyarakat.

Imam terlebih dulu menangkap Taufik. Mendengar keterangan saksi, Suratno membenarkan semua keterangan sang Polisi.

Atas perbuatannya Suratno dijerat pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis : Samsul Arifin

Editor : Sudarma Adi

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved