Virus Corona di Banyuwangi

Rumah Singgah Banyuwangi Mulai Ditempati Para Pemudik

Sebanyak 262 rumah singgah dengan 622 kamar (sekitar 1.000 bed) untuk isolasi di Banyuwangi mulai 'mengarantina' para pemudik.

Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Anas tinjau rumah singgah bagi Pemudik 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Sebanyak 262 rumah singgah dengan 622 kamar (sekitar 1.000 bed) untuk isolasi di Banyuwangi mulai 'mengarantina' para pemudik.

Warga yang datang dari luar daerah wajib melakukan isolasi di rumah isolasi yang telah disiapkan di berbagai desa atau isolasi mandiri di rumah masing-masing demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Di Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, misalnya, telah ditempati warga yang datang dari luar daerah.

”Saya ke Banyuwangi 30 Maret lalu. Begitu mendarat di Bandara Banyuwangi, saya langsung rumah singgah untuk isolasi. Saya tidak mampir ke rumah agar tidak ada kontak dengan keluarga. Saya menyadari bahwa saya ini termasuk ODR (orang dengan risiko) karena baru pulang dari luar kota,” ujar Gilda, mahasiswi sebuah kampus di Bogor.

ODR merupakan orang dengan riwayat perjalanan dari wilayah terjangkit Covid-19 tetapi tidak merasakan gejala klinis apapun.

UPDATE CORONA di Indonesia Rabu 8 April, Ada Tambahan 218 Kasus, Total Pasien Positif 2.956 Orang

Dampak Covid-19, Ribuan Karyawan Asal Lamongan Dirumahkan

Ribuan Pekerja Migran Indonesia Sudah Mudik ke Jatim Selama Wabah Corona

Bahkan, Gilda pun tak mau dijemput keluarga. Dari Bandara Banyuwangi, dia naik taksi.

”Ini bukan soal merasa sakit atau tidak sakit, tapi kedisplinan dan kesadaran diri. Kita harus ambil tanggung jawab mencegah Covid-19. Tanggung jawab orang yang baru datang dari luar daerah salah satunya melakukan isolasi 14 hari. Bisa isolasi di rumah singgah atau di rumah masing-masing, yang penting disiplin. Ini kita lakukan untuk diri sendiri dan keluarga tercinta,” kata Gilda.

Sebelum pulang, Gilda mencari informasi tentang rumah isolasi di desa. Dia juga membaca informasi di media sosial Pemkab Banyuwangi.

“Ternyata di Banyuwangi setiap desa punya rumah isolasi. Jadi saya pulang dan langsung isolasi,” kata dia.

Di rumah isolasi itu, ada warga lain yang juga baru pulang dari luar daerah.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved