Taktik Licik Mantan Kades Karangmenggah Demi Perkaya Diri, Dana Desa Dikorupsi, Gini Endingnya

Mantan Kepala Desa (Kades) Karangmenggah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan berinisial S akhirnya dijebloskan penjara lantaran korupsi.

SURYA/GALIH LINTARTIKA
Mantan Kades Karangmenggah S saat digelandang masuk mobil tahanan untuk dijebloskan ke penjara. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Mantan Kepala Desa (Kades) Karangmenggah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan berinisial S akhirnya dijebloskan penjara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, Kamis (9/4/2020) sore.

S dijebloskan penjara setelah diduga kuat mengerjakan proyek fiktif selama menjabat sebagai Kades Karangmenggah.

Dalam perkara ini, S diduga kuat membuat proyek fiktif yang akhirnya membuat negara rugi sekitar Rp 350 juta.

Terapi Pijat Aneh Kakek Blitar Pakai Sambal, Berawal Bisikan Seusai Salat Malam, Bisa Cegah Corona

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra menjelaskan, S ditahan setelah dalam penyidikan pihaknya menemukan sejumlah alat bukti.

S diduga kuat memperkaya diri sendiri selama menjabat Kades.

"Sejumlah proyek yang ada di desa itu tidak terlaksana alias fiktif. Anggaran sudah terserap, tapi tidak ada pekerjaannya sampai sekarang," kata Denny Saputra.

Permintaan Tulus Aurel Hermansyah ke Anang-Krisdayanti Jika Ia Nikah, Raul Lemos Disinggung

Sosok Berpengaruh Glenn Fredly di Perjalanan Karier Dewi Perssik: Sang Legend yang Bela & Terima Aku

Ia menjelaskan, ada sejumlah pekerjaan yang fiktif.

Mulai dari saluran irigasi, pipanisasi, pembenahan jamban dan masih banyak proyek desa yang lainnya dan tidak dikerjakan semuanya.

"Sementara ini kami masih lacak alur uang yang digunakan tersangka ini. Tapi, kami menduga uang hasil perbuatan ini dinikmati sendiri dengan tujuan memperkaya diri sendiri," papar dia.

Cara Aneh Mbah Kamar Terapi Pasien Pakai Pijat Sambal, Berawal dari Bisikan, Laris Saat Corona

Menurut dia, uang yang dikorupsi itu bersumber dari Dana Desa (DD).

Total kerugian untuk sementara Rp 350 juta.

Itu komulatif dari sumber DD tahun anggaran 2017 sampai 2018.

"Ini komitmen kami untuk terus memberantas penyalahgunaan DD atau ADD di wilayah Pasuruan. Ada kepala desa yang bermain, akan kami proses. Kami juga akan mengembangkan penyidikan kasus ini," pungkas dia. 

Kecanggihan Robot Servis IT Telkom Surabaya, Bantu Kurangi Interaksi Dokter-Pasien di Ruang Isolasi

Penulis: Galih Lintartika

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved