Virus Corona di Banyuwangi

Porpimda Banyuwangi Intensifkan Posko Pantau Pemudik

Jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi terus mengantisipasi gelombang pemudik.

Surya/Haorrahman
Forpimda Banyuwnagi musyawarah 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI- Jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi terus mengantisipasi gelombang pemudik. Untuk itu, Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi terus menyusun langkah mengantisipasi kedatangan para pemudik di daerahnya.

Jajaran Forpimda Banyuwangi terus melakukan koordinasi untuk mengintensifkan posko pemantauan di sejumlah titik masuk Banyuwangi.

"Kami koordinasi dengan Forpimda di Posko Gugus Tugas. Hadir Kapolresta dan Dandim, bersama kami menggelar rapat virtual dengan Forpimda yang lain, juga dengan para camat," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (10/4).

Dalam rapat tersebut, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, mengatakan, Banyuwangi harus mengantisipasi kedatangan pemudik seiring dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

"Sejumlah daerah dilaporkan telah kedatangan gelombang pemudik. Saya kira akan terjadi juga di Banyuwangi. Semua anggota gugus tugas harus lebih fokus lagi pada upaya pencegahan penyebaran," kata Dandim Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto.

Danlanal Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal menambahkan, Gugus Tugas akan meningkatkan pemantauan para pendatang di sejumlah cek poin, terutama pemantauan kesehatan. Pemudik perlu di-screening kesehatannya untuk meningkatkan pemantauan kesehatan.

Niat Tipu Teman Sendiri, Pria dari Malang Ini Pinjam Mobil Toyota Avanza Tapi Dibawa Kabur

Liga Berhenti akibat Covid-19, Omzet Penjualan di Warung Sekitar Stadion Kanjuruhan Turun Drastis

Siasat Hotel di Malang Tetap Bertahan saat Pandemi Corona, Layani Paket Karantina hingga Tebar Promo

UTBK SBMPTN 2020 Hanya Tes Potensi Skolastik Imbas Pandemi Corona, Lihat Jadwal Pelaksanaannya

VIRAL Kakek Usia 101 Tahun di Inggris Sembuh dari Virus Corona, Terdeteksi Saat Akan Jalani Operasi

Liga Berhenti akibat Covid-19, Omzet Penjualan di Warung Sekitar Stadion Kanjuruhan Turun Drastis

"Pendataan akan menjadi dasar bagi tim untuk memantau kesehatan para pendatang. Petugas di cek poin wajib dilengkapi dengan tenaga medis dan alat-alat penunjang, seperti thermal gun," imbuh Ketua DPRD I Made Cahyana Negara.

Kapolresta Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin menegaskan agar seluruh anggota Gugus Tugas memaksimalkan pemantauan serta pendataan. Tidak sekedar para pendatang, namun seluruh pasien yang ODP dan PDP yang melakukan karantina mandiri.

"Karena ini adalah salah satu kunci memutus mata rantai penyebaran. Kami minta masyarakat yang datang untuk mengoptimalkan ruang isolasi mandiri berbasis desa yang telah didirikan di setiap desa yang ada di Banyuwangi. Mereka harus mengikuti protokol yang telah sama-sama kita sepakati," kata Arman.

Bupati Anas sendiri menambahkan bahwa luasnya Banyuwangi menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pihak untuk melakukan pemantauan. Namun dengan gotong royong dari seluruh pihak hingga aparat desa, maka upaya pencegahan akan bisa optimal.

Anas mengatakan bahwa memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 itu kuncinya ada pada kesadaran masyarakat untuk mau disiplin dan membatasi mobilitas. Masyarakat juga harus bersedia melakukan isolasi mandiri minimal selama 14 hari di rumah masing-masing.

”Bagi pendatang, silakan tinggal di rumah isolasi berbasis desa jika kondisi rumah yang bersangkutan tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri. Rumah isolasi berbasis desa sudah ada total 212 rumah dengan hampir 500 kamar, yang kira-kira sekitar 1.000 bed dengan jarak yang diatur. Kebutuhan makannya dipenuhi teman-teman desa. Petugas Puskesmas juga berkoordinasi dengan kepala desa untuk memantau kesehatan,” ujarnya. (Haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved