Satpol PP Kota Mojokerto Klarifikasi Penertiban PKL di Jalan Niaga Kelurahan Sentana Kota Mojokerto

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto mengklarifikasi terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Niaga, Kelurahan Sentanan,

mohammad romadoni/surya
Petugas Satpol PP Kota Mojokerto memasang spanduk di setiap titik PKL yang berisi keterangan pedagang sudah pindah ke tempat relokasi yaitu di Pasar Kliwon maupun Pasar Juritan. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto mengklarifikasi terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Niaga, Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Kejadian ini sempat ricuh lantaran diwarnai dengan aksi pengusiran oleh pedagang yang meminta petugas Satpol PP meninggalkan lokasi tersebut.

Aksi pengusiran ini sempat direkam dan di upload warganet di media sosial Facebook, Kamis (9/4/2020). Namun sangat disayangkan karena ada sebagian informasi yang tidak benar yang disematkan di dalam video pengusiran Satpol PP oleh PKL tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Hariana Dodik Murtono menjelaskan intinya dari video petugas Satpol PP diusir yang di posting oleh Cak Naryo itu tidak semuanya benar.

Pasalnya, dari dua video yang di share yang bersangkutan ada satu video memperlihatkan video petugas Satpol PP wanita itu bukan terjadi di Kota Mojokerto.

"Video yang di upload di Facebook ada truk Satpol PP hanya sebatas monitoring tidak ada yang diangkut dari PKL sedangkan satu video Satpol PP wanita itu bukan terjadi di Kota Mojokerto tapi di wilayah lain," ungkapnya saat dikonfirmasi Surya melalui sambungan telepon, Jumat (10/4/2020).

BREAKING NEWS: Polisi Gerebek Gudang Penyimpanan Sabu di Surabaya, Ciduk 4 Pelaku di Rumah

117 Warga Terdampak Corona di Jatim yang Sudah Dapat Relaksasi Kredit, Jumlagnya Rp 34,7 Miliar

Bekas Makam 1980 di Lahan Perhutani Mojokerto Ditinjau Jadi Area Pemakamam Jenazah Covid-19 Jatim

Ia menegaskan pihaknya akan melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan bahwa video Satpol PP wanita itu tidak benar dan Hoax.

Apalagi, video yang sudah beredar luas itu berisikan informasi yang tidak benar. Pihaknya beritikad baik menyelesaikan masalah ini akan menemui orang yang mengupload video di Facebook.

"Kami akan proses hukum jika yang bersangkutan tidak meminta maaf dan mengklarifikasi di Facebook bahwa video itu tidak benar, karena perbuatannya telah menganggu stabilitas dan kondusifitas di Kota Mojokerto," jelasnya.

Dodik mengatakan sebenarnya petugas Satpol PP pada waktu itu menjalankan tugasnya sebagai penegak Perda
yakni melakukan monitoring di sepanjang jalan protokol. Pihaknya, tidak melakukan penertiban apalagi mengamankan pedagang maupun barang dagangannya.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved