Virus Corona di Blitar

Kondisi Sehat, Bupati Rijanto Lepas 11 Warga Blitar dari Jakarta yang Jalani Karantina

Bupati Blitar, Rijanto melepas 11 warga yang menjalani karantina di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Senin (13/4/2020).

SURYA/SAMSUL HADI
Bupati Blitar, Rijanto melepas 11 warga yang menjalani karantina selama 14 hari di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Senin (13/4/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Bupati Blitar, Rijanto melepas 11 warga yang menjalani karantina di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Senin (13/4/2020).

Keduabelas warga yang baru pulang dari Jakarta itu sudah bisa beraktivitas seperti biasa setelah menjalani karantina selama 14 hari.

Pelepasan 11 warga yang menjalani karantina juga disaksikan Kapolres Blitar, Kajari Blitar, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran virus Corona atau Covid-19, kepala desa, dan tokoh masyarakat.

"Hari ini, saya bersama Kapolres, Kajari, dan seluruh Tim Gugus Tugas datang di Desa Karangsono untuk melepas warga yang menjalani karantina. Ini luar biasa, Desa Karangsono yang pertama kali melaksanakan karantina di tingkat desa," kata Rijanto.

Rijanto mengatakan proses karantina 11 warga itu berawal ketika ada penduduk Desa Karangsono meninggal dunia di Jakarta dan belum diketahui sebab musababnya. Warga itu sudah meninggal saat dibawa ke rumah sakit di Jakarta.

Selanjutnya, warga yang meninggal dibawa pulang dari Jakarta ke Kabupaten Blitar menggunakan ambulans dengan diantar 11 teman kerjanya. Sesuai hasil musyawarah dengan Gugus Tugas, polisi, TNI, dan tokoh masyarakat, proses pemakaman almarhum menggunakan protap kesehatan.

Dampak Covid-19, Empat Proyek Besar di Kota Malang Resmi Ditunda, Termasuk Block Office Mini

Terkuak Sosok Pencuri Motor Ditangkap Warga Malang, Bakal Diganjar Hukuman Sistem Tutupan Sunyi

Pengakuan Raffi Soal Omzet Bisnis Keripik Rp 100 M, Blak-blakan Sumber Ladang Uang, Anji Terdiam

"Karena almarhum meninggal di Jakarta yang merupakan daerah zona merah penyebaran virus Corona atau Covid-19 akhirnya proses pemakaman menggunakan protap kesehatan. Semua APD yang digunakan untuk pemakaman juga sudah dibakar," ujar Rijanto.

Tak hanya itu, 11 orang yang mengantar almarhum dari Jakarta ke Kabupaten Blitar juga harus menjalani karantina selama 14 hari. Keduabelas warga itu menjalani karantina di rumah kosong milik warga Desa Karangsono.

"Pemkab Blitar mensuplai makanan siap saji kepada warga yang menjalani karantina. Antusias warga juga luar biasa, mereka juga memberikan makanan kepada 11 orang yang dikarantina," katanya.

Dikatakannya, saat ini, proses karantina 11 warga sudah genap selama 14 hari. Para warga yang menjalani karantina juga sudah
menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Tim Gugus Tugas Kabupaten Blitar.

"Warga yang dikarantina sudah menjalani pemeriksaan kesehatan. Kondisi mereka sehat dan hasil pemeriksaan juga negatif (virus Corona," ujarnya.

Rijanto meminta masyarakat bisa menerima kembali para warga yang selesai menjalani karantina. Menurutnya, para warga yang menjalani karantina kondisinya sehat.

"Saya juga menyampaikan terimakasih kepada teman-teman yang dikarantina, Gugus Tugas, Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat Desa Karangsono yang sudah membantu proses karantina. Ini menunjukkan kalau kita kompak kita bisa menanggulangi wabah virus Corona," kata Rijanto. (sha/adv/Tribunjatim.com)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved