Virus Corona di Banyuwangi

Pemkab Banyuwangi, Pantau Ketat Pintu Masuk Banyuwangi Utara-Selatan

Untuk menekan penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banyuwangi terus mengintensifkan pos pemantauan

TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, tinjau rumah singgah di Kecamatan Muncar, untuk orang dalam pemantauan (ODP) virus Corona (Covid-19), yang memanfaatkan gedung milik Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, Kamis (2/4/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Untuk menekan penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banyuwangi terus mengintensifkan pos pemantauan kesehatan bagi para pendatang, di antaranya di perbatasan wilayah utara (Kecamatan Wongsorejo) dan wilayah selatan (Kecamatan Kalibaru).

"Wongsorejo dan Kalibaru ini pintu masuk ke Banyuwangi melalui jalur darat. Setiap orang yang melintas dari luar Banyuwangi akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh sekaligus dilakukan penyemprotan disinfektan pada kendaraannya," ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (13/4/2020).

Selain di Wongsorejo dan Kalibaru, pos pantau kesehatan di Banyuwangi juga didirikan di Kecamatan Licin, yang berada di bawah kaki Gunung Ijen, yang merupakan pos pantau untuk pendatang dari Bondowoso. Di sana juga dilakukan pendataan bagi pendatang.

Di masing-masing pos tersebut dilengkapi dengan tenaga medis yang melakukan pemeriksaan. Mereka memeriksa suhu tubuh menggunakan alat pemindai suhu tubuh dengan sinar inframerah (thermal gun). Masing-masing petugas juga dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).

Mulai Besok, PT KAI Daop 8 Surabaya Batalkan Sebanyak 21 Perjalanan Kereta Api Lokal

Dampak Pandemi Corona, Warga Tulungagung Banyak Menggadaikan Emas Untuk Kebutuhan Sehari-hari

Curhat Pilu Janda Lamongan Jualan Geprek Sepi Selama Corona, Khawatir Nasib 2 Putri dan Sang Bunda

“Apabila terdapat pelintas yang suhunya di atas 38 derajat, atau mengalami batuk dan sesak nafas, akan langsung dilakukan pemeriksaan intensif di fasilitas kesehatan terdekat," kata Anas.

Anas menjelaskan, pos pantau ini dijaga oleh petugas gabungan, mulai tenaga medis, kepolisian, TNI, BPBD, Satpol PP, petugas Dishub, hingga relawan dari Banser.

"Semuanya secara terpadu memastikan protokol penanganan Covid-19 berjalan semestinya. Untuk petugasnya sendiri, dibagi dalam tiga shift. Mereka stand by 24 jam," tegas Anas kepada Tribunjatim.com

Saat ini, secara bertahap, sejumlah peralatan guna menjalankan screening terus dipenuhi. Penyemprotan disinfektan secara otomatis kini telah tersedia di Kalibaru. Sedangkan di Wongsorejo sedang dalam proses pengerjaaan.

“Dana APBD akan dikucurkan untuk menjamin kelancaran tugas pos pantau ini," terangnya kepada Tribunjatim.com.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifudin, menegaskan kepolisian siap melakukan segala upaya untuk pencegahan penyebaranvirus Corona atau Covid-19. Pihaknya juga akan memantau serta memastikan kebutuhan untuk operasional pos pantau tercukupi.

"Namun yang paling penting, kami mengimbau masyarakat untuk stay at home. Tunda bepergian untuk sementara ini, kecuali untuk hal-hal yang benar-benar penting," kata Arman.

Dandim Banyuwangi, Lenkol Inf Yuli Eko Purwonto mengatakan, TNI terus bergerak untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran covid-19. Termasuk mengimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing.

"Ikuti semua imbauan pemerintah. Bantuan secara bertahap akan terus kami berikan kepada masyarakat terdampak. Percayakan kepada kami bahwa pemerintah, TNI, Polri akan melakukan yang terbaik untuk perlindungan masyarakat," kata Dandim. (Haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved