SKK Migas Ikut Lakukan Investigasi Bersama Pertamina EP, Terkait Insiden Kebakaran di CPP Gundih

Tim dipimpin Manager Senior Kesehatan Keselamatan Kerja & Lindung Lingkungan SKKMigas, Kosario M Kautsar dan Antoni Lubis tim investigasi Pertamina EP

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kehadiran tim investigasi dari SKK Migas, Sabtu (11/4/2020) di Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih, area Blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora, terkait insiden kebakaran yang terjadi Kamis lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasca insiden di unit Thermal Oxidizer (TOX) Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih, area Blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora, tim investigasi dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) datang ke lokasi, Sabtu (11/4/2020).

Tim dipimpin Manager Senior Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lindung Lingkungan SKKMigas, Kosario M Kautsar didampingi Antoni Lubis, tim investigasi dari Pertamina EP.

"Kami yang terdiri dari berbagai fungsi di SKKMigas turut prihatin dengan kejadian yang dialami oleh Pertamina EP Asset 4 Cepu Field. Tentunya tidak ada pihak yang mengharapkan ini bisa terjadi," ungkap Kosario, usai melakukan pemeriksaan di dalam area yang terbakar.

Pertamina EP Bersama Puslabfor Polda Jawa Tengah Cek Kondisi CPP Gundih

Cegah Sebaran Covid-19, Pertamina EP Asset 4 Lakukan Rapid Test & Sedia Rumah Singgah Bagi Pekerja

Selanjutnya, tim dari Jakarta ini, melakukan tinjauan dan investigasi bersama Pertamina EP untuk menemukan penyebab utama dan melakukan perbaikan di masa datang.

"Kami mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pertamina EP dalam menangani kejadian kemarin, sehingga dalam waktu yang tidak lama api bisa padam dan yang terpenting tidak ada korban jiwa," ungkap Kosario.

Proses investigasi ini untuk menggali informasi dan melakukan analisa terhadap semua aspek, utamanya peralatan serta teknis pengoperasian.

Antoni Lubis menambahkan, bahwa investigasi ini akan fokus pada upaya perbaikan dan peningkatan kehandalan dari sistem operasi peralatan kendali operasi di kemudian hari agar permasalahan serupa tidak terjadi lagi.

“Kami berharap dapat segera menemukan masalah utamanya, sehingga dapat disusun langkah perbaikan yang dibutuhkan agar operasional dapat segera normal kembali”, ungkap Antoni.

Sementara itu, Asset 4 General Manager PT Pertamina EP, Agus Amperianto berterima kasih atas dukungan dari semua pihak utamanya dari SKKMigas yang membantu mencari solusi agar CPP Gundih segera pulih dan kembali menyalurkan gas ke konsumen.

"Kami sampaikan permohonan maaf dikarenakan kejadian ini, operasi belum normal dan belum bisa melakukan penyaluran gas kepada konsumen," ungkap Agus.

Pihaknya juga berterima kasih kepada PGN yang membantu untuk tetap menyalurkan gas kepada masyarakat yang sudah terkoneksi dengan jaringan gas

Agus menambahkan bahwa sampai dengan Sabtu, 11/04, operasi CPP Gundih masih shutdown.

"Karena kami mengikuti arahan dari SKKMigas agar akar penyebab masalah dicek secara menyeluruh," ungkap Agus.

Pihaknya berharap seluruh stakeholder dapat bersabar sejenak, sembari mereka menyelesaikan perbaikan.

"Semoga dalam waktu dekat operasi CPP Gundih normal kembali," tandas Agus

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved