Hari Ini Ground Breaking Pembangunan Bandara Kediri, Digelar Secara Online dari Jakarta

Ground breking pembangunan Bandara Kediri pelaksanaannya dipercepat sehari dari jadwal semula tanggal 16 April 2020

(Surya/Didik Mashudi)
Pejabat Forkompinda Kabupaten Kediri sewaktu menghadiri pertemuan membahas pembangunan bandara Kediri di SKG Grogol akhir Januari 2020. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Ground breaking pembangunan Bandara Kediri pelaksanaannya dipercepat sehari dari jadwal semula tanggal 16 April 2020. Ground breaking juga dilakukan melalui jejaring online oleh pejabat dari Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Kepastian pelaksanaan ground breaking pembangunan bandara disampaikan Kepala Kominfo Kabupaten Kediri Krisna Setiawan.
"Pelaksanaannya dilakukan melalui vidio conferensi dari tempat masing-masing," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Sebelumnya Bagja Sirait, staf Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi pada pertemuan dengan warga terdampak dan Forkompimda Kabupaten Kediri menyebutkan jadwal ground breaking telah ditetapkan pada 16 April 2020.

Penentuan tanggal ground breaking merupakan hasil rapat yang dihadiri Menteri ATR BPN, Menteri Perhubungan serta perwakilan Kemenko Maritim Bidang Investasi.

Saat ini pembebasan lahan untuk bandara sudah mencapai 99 persen. Tinggal satu persen yang belum dibebaskan tersebar di Desa Tarokan, Bulusari dan Grogol.

Syarat dan Cara Dapatkan BLT Rp 600 Ribu untuk Keluarga Miskin di Desa, Antisipasi Dampak Corona

Katalog Promo Alfamart Hari Ini 15 April, Beli 2 Lebih Hemat hingga Bayar Lebih Murah dengan Gopay

Kampung Halaman Mario Gomez Kena Lockdown Cegah Corona, Pelatih Arema FC Pilih Tetap di Malang

Juga disebutkan pembangunan bandara sejalan dengan pembangunan jalan tol dan jalan Selingkar Wilis.

"Bandara Kediri masuk dalam proyek strategis nasional," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Sedangkan pengadaan tanah dilakukan oleh PT Surya Dhoho Investama (SDI) sejak 2017. Mulai September 2019 pemerintah mulai ikut campur dalam pembebasan lahan.

Rencananya, pengelolaan bandara melalui sistem built of transfer (BOT) supaya negara tidak mempunyai utang. Swasta yang membangun bekerja sama dengan pemerintah akan dikelola oleh BUMN.

Kementerian ATR BPN sudah menerbitkan rekomendasi untuk pembangunan bandara. Pelaksanaan konsinyasi bagi pemilik tanah yang belum menjual tanahnya dimulai terhitung 1 Februari 2020.

Karena harga tanah yang telah ada sekarang tidak boleh naik lagi. Kenaikan harga tanah akan berdampak pada pembangunan bandara.

Diungkapkan Bagja Sirait, Bandara Kediri dibangun untuk membangun Jawa Timur bagian selatan. Selain itu juga akan difungsikan untuk bandara keberangkatan umroh dan naik haji.

"Pembangunan bandara akan memberikan multiplyer efek," jelasnya.

Sementara lahan untuk relokasi bagi warga terdampak salah satunya di Dusun Joho Tanjung Baru. Di tempat relokasi dibuatkan sumur, sambungan listrik di setiap rumah dan fasilitas umum.(dim/Tribunjatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved