Virus Corona di Trenggalek

Prioritaskan Hazmat untuk Petugas Medis, Bupati Trenggalek Siapkan Bilik APD di Titik Check Point

Pemkab Trenggalek menyiapkan bilik pelindung diri untuk petugas check point di titik-titik pengecekan yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Surya/Aflahul Abidin
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengecek kesiapan alat bilik pelindung diri sebagai pengganti APD hazmat bagi para petugas jaga di check point. 

 TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemkab Trenggalek menyiapkan bilik pelindung diri untuk petugas check point di titik-titik pengecekan yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Bilik-bilik ini menggantikan Alat Pelindung Diri (APD) hazmat yang biasanya dipakai oleh petugas pengecek pengendara masuk ke Trenggalek.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, bilik pelindung diri berfungsi melindungi petugas dari potensi tercemar wabah virus Corona atau Covid-19.

"Kami memesan lima bilik. Saat ini sudah ada satu dan masih akan diuji kelayakannya oleh Dinas Kesehatan. Nanti apabila dinyatakan layak pakai, minggu depan akan mulai kami gunakan," kata Mas Ipin, sapaan akrabnya kepada Tribunjatim.com.

Ia menjelaskan, kebutuhan ABD hazmat di check point cukup tinggi. Rata-rata butuh sekitar 15 APD hazmat dalam sehari di satu titik check point.

Sementara total ada tiga titik check point di Kabupaten Trenggalek. Check point ini fungsi 24 jam dengan tiga kali ganti sif.
Bilik pelindunh diri di check point itu mempunyai lebar 0,75 meter dan panjang 1,75 meter. Sementara tingginya 2,2 meter.

Bagian depan bilik memiliki kaca sehingga petugas yang ada di dalam dan pengendara di luar bisa saling bertatap muka.
Untuk mengecek suhu tubuh dan mencatat riwayat perjalanan pengendara, disediakan dua lobang lengkap dengan selotong tangan.

Santri Terjangkit Demar Berdarah, PMI Jember Lakukan Pengasapan di Ponpes Nuris

Divonis 8 Tahun, Terpidana Pencabulan Ajukan Banding Atas Vonis Hakim di PN Surabaya

UPDATE CORONA di Pasuruan Rabu 15 April, 6 Orang PDP Dipulangkan, Hasil Swabnya Negatif Covid-19

"Tersedia juga mikrofon dan pengeras suara agar petugas dan pengendara bisa saling berkomunikasi," tambahnya kepada Tribunjatim.com.

Untuk tahap awal, bilik pelindung diri dipasang di check point Kecamatan Durenan yang berada di Terminal Durenan. Cek poin ini merupakan titik perbatasan antara Trenggalek dengan Tulungagung.

"ke depannya kami akan pasang juga di cek poin Tugu yang berbatasan dengan Ponorogo dan cek poin Panggul yang berbatasan dengan Pacitan," sambung Arifin.

Dengan penggunaan bilik itu, sambung dia, APD hazmat bisa diprioritaskan untuk petugas medis yang menangani Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun positif Corona di Trenggalek.

"Sebab petugas yang berjaga di dalam bilik pelindung diri hanya perlu menggunakan alat pelindung diri dasar seperti masker dan sarung tangan karet," sambungnya.

Hingga Selasa (14/4/2014), Kabupaten Trenggalek tercatat memiliki satu pasien positif hasil pindah catat dari Kabupaten Tulungagung.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 10 orang. Selain itu ada juga 698 Orang Dalam Pengawasan. (aflahulabidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved