2 Kali Terjadi Kasus Penipuan Seleksi CPNS di Mojokerto, Pemkab Wanti-wanti: Jangan Mudah Terlena

Pemerintah Kabupaten Mojokerto tanggapi soal penipuan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), imbau warga tidak mudah terlena.

MenpanRB
(ILUSTRASI) seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Warga Kabupaten Mojokerto diimbau tidak gampang terlena dengan tawaran seseorang yang menjanjikan dapat membantu dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Jika ada tawaran menjadi CPNS di Pemkab Mojokerto dengan cara tidak wajar, apalagi harus membayar hingga ratusan juta, maka hal itu dipastikan adalah penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto Susantoso menjelaskan, seharusnya masyarakat sekarang lebih tahu dan berhati-hati bahwa tidak ada dalam tanda kutip yang bisa membantu maupun menjamin bisa lolos seleksi CPNS dengan cara instan.

Pria Gresik Kaget Ada Wanita saat Buka Warung Kopi, Teriak Sambil Mau Lepaskan Baju, Lihat Endingnya

VIRAL Curhat Wanita Hamil Wajah Jadi Berubah Drastis, Kayak Nenek, Hati Hancur, Sikap Suami Hebat

"Sistem seleksi CPNS ditangani langsung oleh pemerintah pusat yang diselenggarakan dan pendaftarannya secara online, jadi masyarakat jangan mudah percaya jika ada tawaran seperti itu," ujarnya saat dikonfirmasi Surya, Jumat (17/4/2020).

Ia mengatakan memang saat ini ada 400 orang yang mengikuti proses seleksi CPNS 2019-2020 di Pemkab Mojokerto.

Tahapan seleksi CPNS yang semestinya dilakukan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) ditunda lantaran terkendala wabah Pandemi Covid-19.

RSUA Siapkan Ruang Khusus Tangani Jenazah Covid-19, Berstandar Internasional: Keluarga Bisa Masuk

Tipuan Iming-iming Diterima CPNS, Kades di Mojokerto Ini Mampu Raup Ratusan Juta, Endingnya di Bui

"Semuanya sistem online tidak ada tatap muka tidak ada celah, apalagi seleksi penerimaan guru sangat ketat di Pemkab Mojokerto syarat IPK minimal 3.00 termasuk tinggi jika dibandingkan dengan Kota/ Kabupaten di daerah Jawa Timur," ungkapnya.

Mengapa masih ada masyarakat yang terlena dengan tawaran menjadi PNS secara cara instan dan rela membayar biaya hingga ratusan juta?

Susantoso menerangkan kemungkinan masyarakat yang terbujuk itu tidak tahu mekanisme penerimaan CPNS sehingga menerima tawaran orang tidak bertanggung jawab tersebut.

Pemain Asing Persebaya Mahmoud Eid Akui Merasa Bosan saat Jalani Karantina Mandiri di Swedia

Apalagi, seleksi penerimaan CPNS merupakan kebijakan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara republik Indonesia (PANRB) yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat di Jakarta.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved