Virus Corona di Jawa Timur

Dampak Covid-19, PDIP Dorong Kader yang Jadi Kepala Daerah Antisipasi Gelombang PHK

Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati memerintahkan seluruh kader Partai, para kepala daerah, dan para pimpinan dewan dari Partai untuk menaruh perhatian

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat ditemui seusai Rakerda DPD PDIP Jatim di Hotel Utami, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Selasa (18/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PDI Perjuangan memerintahkan seluruh kader partai, khususnya yang menjadi kepala daerah dan pimpinan Dewan, untuk menyiapkan langkah-langkah  bagi masyarakat yang terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat wabah virus Corona atau Covid-19.

"Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati memerintahkan seluruh kader Partai, para kepala daerah, dan para pimpinan dewan dari Partai untuk menaruh perhatian ekstra pada upaya mengatasi PHK, menciptakan lapangan kerja bagi rakyat," kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Kamis (16/4/2020).

 Hasto Kristiyanto menambahkan, dalam situasi seperti saat ini sektor pangan harus dijaga rantai pasokannya untuk menghindari adanya krisis pangan.

Selain hal itu, kata Hasto, para kepala daerah dari PDI Perjuangan diminta merealokasi anggaran dan mendorong program padat karya untuk mencegah penularan virus Corona atau Covid-19.

“Dalam teleconference kelima yang dipimpin Ibu Megawati, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, telah melaporkan realokasi anggaran sebesar Rp 110 miliar. Demikian juga Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas telah melakukan realokasi anggaran sehingga tersedia sekitar Rp 300 miliar untuk penanggulangan dampak Covid-19, termasuk program cipta kerja," lanjut Hasto.

PDP Corona di Mojokerto Meninggal saat Isolasi, Didiagnosa Pneumonia Sebelum Dibawa ke RS Rujukan

UPDATE CORONA di Jatim Jumat 17 April, 92 Pasien Covid-19 Sembuh, 376 Orang Dirawat, 46 Meninggal

BOCOR Dokumen Penting Keuangan Negara Akibat Corona, Kepanikan Begitu Terasa, Simak Penjelasan OJK

Ancaman PHK akibat Covid-19 ini juga harus menjadi perhatian pasalnya Organisasi Perburuhan Internasional atau ILO,  memperkirakan ada 1,25 miliar orang pekerja yang akan terdampak akibat adanya Covid-19.

"Kami berharap krisis Covid-19 ini tidak meluas. Tapi kami antisipasi jika terjadi gelombang PHK," kata Hasto.

Menurut Hasto, wujud gotong royong PDI Perjuangan telah diwujudkan para kader dengan banyak hal.

Mulai dari aktif menyosialisasikan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19, menyediakan alat pendukung kesehatan gratis, mempekerjakan korban PHK untuk membuat masker, hingga mendirikan dapur umum dan membagikan makanan gratis.

Bahkan kader PDI Perjuangan yang menjabat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengubah rumah dinasnya menjadi ruang isolasi untuk mengatasi virus Corona atau Covid-19.

"Sesuai perintah Ibu Megawati untuk mengutamakan kepentingan rakyat, kepala daerah yang kami usung menyediakan jaring pengaman untuk rakyat yang penghasilannya berkurang akibat wabah ini," ungkap Hasto.

Ia melanjutkan, berdasarkan analisa IMF serta Bank Dunia, krisis Covid-19 ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Bahkan PresidenJoko Widodo sudah menyampaikan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini tidak akan tercapai karena dilanda Covid-19.

"Sejarah mencatat kita bisa melalui banyak ujian berat. Dan, ujian kali ini bisa kita lalui dengan gotong royong, semangat berdikari, saling membantu rakyat yang kesulitan," ungkap Hasto.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved