Liga Indonesia

Presiden PS Hizbul Wathan Dukung Wacana PSSI Usulkan Soeratin Sosrosoegondo Jadi Pahlawan Nasional

Presiden PS Hizbul Wathan sepakat dengan usulan M Iriawan yang ingin Ketua Umum PSSI pertama, Soeratin Sosrosoegondo, menjadi pahlawan nasional.

TRIBUNJATIM.COM/TAUFIQUR ROHMAN
Presiden Klub PS Hizbul Wathan (PSHW), Dhimam Abror Djuraid (kanan), 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Taufiqur Rochman

TRIBUNJATIM.COM - Wacana Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan, untuk mengajukan Soeratin Sosrosoegondo sebagai pahlawan nasional, mendapat dukungan dari presiden klub PS Hizbul Wathan (PSHW), Dhimam Abror Djuraid.

Presiden klub berjuluk Laskar Matahari ini mengaku sepakat dengan usulan Mochamad Iriawan yang menginginkan Ketua Umum PSSI pertama, Ir Soeratin Sosrosoegondo, menjadi pahlawan nasional.

"PSHW secara khusus mendukung upaya PSSI untuk mendorong pemerintah segera memutuskan Ir Soeratin Sosrosoegondo, ketua PSSI pertama yang juga tokoh PSHW Jogja untuk menjadi pahlawan nasional," tutur Dhimam Abror, Minggu (19/4/2020).

PSSI Ulang Tahun ke-90, Presiden Klub PSHW Ucapkan Selamat dan Sampaikan Harapan: Harus Lebih Matang

Persebaya Berencana Kembali Gelar Latihan Bersama Online, Bakal Dipimpin Langsung Aji Santoso

Dhimam Abror menjelaskan, pada momen ulang tahun ke-90 ini, PSSI dan Kemenpora seharusnya mengambil langkah konkret untuk mewujudkan gagasan itu.

Apalagi Dhimam Abror melanjutkan, hingga kini, belum ada tokoh olahraga yang mendapat anugerah sebagai pahlawan nasional.

"Sampai saat ini belum ada pahlawan nasional yang muncul dari kalangan tokoh olahraga. Karena itu, PSSI bersama Kemenpora sudah saatnya mendorong pemerintah untuk segera menetapkan Soeratin sebagai pahlawan nasional," tutupnya.

Nama Soeratin Sosrosoegondo merupakan seorang insinyur teknik sipil lulusan Jerman yang menggagas pembentukan organisasi sepak bola di Indonesia, sekaligus menjadi Ketua Umum PSSI selama sepuluh tahun pertama.

Lawan Covid-19, Manajemen PSG Gresik Bagikan Masker hingga Timba Air kepada Masyarakat

50 Jersey yang Dilelang Madura United Ludes Terjual dalam Dua Hari, Total Donasi Rp 16.483.000

Pada proses pembentukannya saat itu, 17 tokoh dari tujuh wakil klub perserikatan, berkumpul membentuk Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia.

Rapat demi rapat dilakukan malam hari, demi menghindari incaran polisi Belanda agar pertemuan tersebut tidak ditetapkan sebagai gerakan politik.

Ketika akhirnya terbentuk, namanya pun tidak memakai kata sepak bola, sehingga tidak dituduh menyaingi organisasi sepak bola Belanda, NIVB alias Nederlands Indische Voetbal Bond.

Usir Rasa Bosan, Gelandang Persebaya M Hidayat Sering Ubah Metode Latihan di Dalam dan Luar Rumah

Libur Kompetisi Liga 1 2020 akibat Covid-19, Kapten Persik Kediri Punya Hobi Baru

Dan berikut deretan tujuh klub pendiri PSSI: Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) atau yang kini dikenal dengan Persija Jakarta, Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) atau yang sekarang menjadi Persib Bandung, Perserikatan Sepakraga Mataram (PSM) atau yang kini berubah nama menjadi PSIM Jogjakarta.

Lalu ada Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) atau yang sekarang berubah jadi Persis Solo , Madioensche Voetbal Bond (MVB) atau PSM Madiun, Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) atau PPSM Magelang, serta Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) yang sekarang dikenal dengan nama Persebaya Surabaya.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Taufiqur Rohman
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved