Berita Persebaya Surabaya

Eks Kiper Persebaya Putri Curhat Suka Duka Jadi Sosok Kartini di Sepak Bola, Pernah Kena Catcalling

Mantan kiper Persebaya Putri, Nabila Ghassani membagikan kisah dukanya menjadi sosok Kartini di dunia sepak bola.

TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Mantan kiper Persebaya Surabaya Putri, Nabila Ghassani membagikan kisah dukanya menjadi sosok kartini di dunia sepak bola. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mantan kiper Persebaya Putri, Nabila Ghassani membagikan kisah dukanya menjadi sosok Kartini di dunia sepak bola.

Nabila Ghassani menyebut bukan perkara mudah bagi seorang perempuan terjun di olahraga sepak bola putri.

Sebab, sampai sekarang masih menemukan tindakan bullying.

Cerita 3 Pemain Persebaya Kenang Laga Debut Perdana di Kompetisi 3 Tahun Lalu, Banyak Pelajaran

"Tantangannya adalah masih adanya body shaming dan catcalling ke para pemain sepak bola wanita. Jadi kurang nyaman aja gitu," kata Nabila Ghassani kepada TribunJatim.com, Senin (21/4/2020).

Gadis asal Surabaya ini menyebut meski terlihat sepele, tindakan tersebut tidak jarang membuat mentalnya dan rekan sejawatnya sebagai pesepakbola wanita menjadi down.

"Selain itu catcalling atau body shaming mungkin terlihat sepele tapi itu dapat menurunkan dan mencederai mental pemain, khususnya wanita," imbuh Nabila Ghassani.

Curhat Ibu Atta Halilintar Soal Hubungan Anaknya & Aurel, Tak Direstui? 1 Permintaan Soal Masa Depan

Skandal Suami Hamili Ibu Mertua, Akhiri Rumah Tangga Hanya Dalam 2 Bulan

Masih diingatannya, hal tersebut sempat terjadi saat Persebaya Putri berlaga di luar kandang, dan oknum tindakan bullying datang dari suporter tuan rumah.

"Pernah dari suporter lawan seperti keluar kata-kata rasis dan sebagainya. Mungkin tujuannya memang menjatuhkan mental lawan," ujarnya.

Lelang Jersey Mantan Kiper Persebaya Putri Diwarnai Bid and Run, Nabila Ghassani: Aku Malah Diblokir

Untuk meminimalisir tindakan tersebut, dia mengatakan, tidak jarang orang rumah selalu mengingatkannya agar berpakaian sepantasnya saat beraktivitas di luar rumah.

"Sampai sekarang orangtuapun selalu mengingatkan untuk berpakaian sewajarnya ketika bermain sepakbola," ujar gadis kelahiran 1992 itu.

Penulis: Ndaru Wijayanto

Editor: Arie Noer Rachmawati

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved