Layanan Hantaran Paket di Stasiun Malang Menurun Drastis, PT KAI Daop 8 Genjot Lewat Rail Express

Jumlah hantaran paket di Stasiun Malang sepanjang Januari hingga Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 26 persen dibanding tahun lalu.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Petugas layanan angkut barang di Stasiun Malang 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jumlah hantaran paket di Stasiun Malang sepanjang Januari hingga Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 26 persen dibanding tahun lalu.

Data dari PT KAI Daop 8 Surabaya, hantaran paket di Stasiun Malang kuartal I berjumlah 1.278 ton.

“Januari sampai Maret 2019 jumlahnya 1.737 ton. Penurunannya sekitar 26 persen,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto, ketika dikonfirmasi.

Menurutnya, penurunan itu bisa saja dipicu oleh pandemi Covid-19 atau coronavirus yang mengakibatkan beberapa usaha tersendat. Salah satunya adalah bahan pangan dan sektor riil.

Pemkot Malang Kembangkan Kebun Kopi di Area Pemakaman, Saat Panen Dijual & Dinamai Kopi Tulang

Guru Elektro SMK PGRI 3 Kota Malang Bikin Wastafel Otomatis, Minim Interaksi Tangan dan Hemat Air

Lawan Corona, MS Glow & ACT Gandeng Warga Lapas Klas IIA Perempuan Malang Produksi 10.000 Masker

“Kami tidak dapat memastikan karena virus corona. Tapi kemungkinan iya karena usaha bisnis banyak terkendala karena adanya Covid-19 ini,” ucapnya.

Ditengah pandemi Covid-19, kata Suprapto, PT KAI sedang mendorong masyarakat memanfaatkan layanan Rail Express untuk pengiriman barang. Sebab angkutan penumpang mengalami penurunan dan berimbas kepada pembatalan perjalanan kereta api.

“Pelanggan cukup menyerahkan barang ke loket Rail Express di stasiun dan mengambilnya di loket Rail Express stasiun tujuan,” bebernya.

Selain itu, PT KAI juga mengubah pola bisnis di angkutan barang hantaran yang sebelumnya mengunakan sistem Bisnis to Bisnis (B to B) menjadi sistem Bisnis to Costumer (B to C).

“Pada pola bisnis yang baru ini, siapapun baik itu masyarakat perorangan maupun pihak bisnis lainnya bisa langsung berhubungan dengan PT KAI di loket yang telah disediakan untuk mendapatkan layanan angkutan barang hantaran kereta api,” tutup Suprapto.

Berdasarkan data PT KAI Daop 8, tercatat peningkatan volume angkutan barang pada bulan Maret 2020 dibandingkan dengan Februari 2020. Pada Maret 2020 KAI mengangkut 4,2 juta ton, naik 16 persen dibanding periode Februari 2020 dengan jumlah 3,6 juta ton.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved