Breaking News:

Harga Baru Gas Industri Diharapkan Jangan Sampai Berdampak Infrastruktur yang Tidak Terbangun

Kebijakan harga gas industri yang baru sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM nomor 8 tahun 2020, turun menjadi 6 dolar Amerika Serikat (AS) per mmbtu

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
ISTIMEWA
PGN melakukan pengaliran gas bumi perdana (initial gas in) untuk industri tali sepatu, PT Rajawali Cakra Sakti di Kemirisewu, Pandaan, Pasuruan pada Senin (16/7/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kebijakan harga gas industri yang baru sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM nomor 8 tahun 2020, turun menjadi 6 dolar Amerika Serikat (AS) per mmbtu di plant gate. Hal itu membuat Komisi VII DPR RI,
meminta Pertamina dan PGN tetap menjaga kinerjanya.

"Termasuk dalam kondisi industri migas dunia yang saat ini juga sedang lesu," kata Falah Amru, anggota Komisi VII dari fraksi PDIP, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi VII dengan Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN) secara online, Selasa (21/4/2020).

Harga baru itu dipastikan mendorong BUMN Migas itu memangkas margin bisnisnya. Hal ini menimbulkan, kekhawatir akan mengurangi kemampuan BUMN ini untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi.

"Kami minta dijelaskan dampak kebijakan itu (permen ESDM no 8 2020) terhadap kemampuan PGN membangun infrastruktur. Kami tidak ingin PGN rugi, karena yang rugi juga rakyat," tambah Falah.

Tifatul Sembiring dari Fraksi PKS, menambahkahkan, pihaknya mendorong adanya evaluasi terhadap Permen No 8 2020 yang baru dirilis pekan lalu.

Tifatul mensinyalir regulasi baru tersebut bisa memangkas peran PGN dalam perluasan pemanfaatam gas bumi.
Ia bahkan menduga permen yang menjadi turunan Perpres No 40 tahun 2016 tentang penetapan harga gas bumi untuk industri tertentu tersebut akan membuka pintu swasta untuk berperan lebih besar dalam mata rantai industri gas bumi.

"Jangan sampai ada main mata. Jadi harus ada konsultasi dengan kementerian (ESDM) soal regulasi itu," kata Tifatul.

Kepada komisi VII DPR, Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso menyatakan adanya permen ESDM No 08 tersebut membuat harga jual gas PGN ke industri akan turun.

BREAKING NEWS - Seorang Wanita Ditemukan Tewas di Lantai 8 Apartemen Puncak Permai Surabaya

Puasa Ramadhan 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Bolehkah ODP Corona Tidak Berpuasa dan Apa Hukumnya?

TERPOPULER BOLA Robert Alberts Ogah Latih Arema FC hingga Tradisi Kapten PSG Gresik Jelang Ramadhan

Dampaknya pendapatan perusahaan juga akan mengalami penurunan. Menurut Gigih, saat ini harga gas PGN ke industri rata-rata 8,4 dolar AS per mmbtu .

"Sehingga dengan harga gas industri tertentu ditetapkan 6 dolar AS per mmbtu maka PGN akan kehilangan pendapatan sebesar 2,4 dolar AS per mmbtu," ungkap Gigih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved