Virus Corona di Surabaya

Mufti Anam Puji Penjelasan Jokowi di Mata Najwa: Gamblang dan Membangun Optimisme

Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengapresiasi penjelasan gamblang Presiden RI Joko Widodo dalam talkshow ”Mata Najwa”

istimewa
Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi BUMN, Mufti Anam 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYAAnggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengapresiasi penjelasan gamblang Presiden RI Joko Widodo dalam talkshow ”Mata Najwa” yang dipandu presenter Najwa Shihab di sebuah stasiun televisi, Rabu malam (22/4/2020).

 ”Penjelasan Presiden Jokowi menjawab beberapa pertanyaan yang masih menjadi perdebatan publik, cukup gamblang memaparkan pilihan-pilihan kebijakan yang diambil pemerintah. Pak Jokowi membangun optimisme, itu penting sekali di masa seperti ini,” ujar Mufti Anam saat dimintai konfirmasi, Kamis (23/4/2020).

”Tidak mudah dalam situasi sekarang, tapi kita bisa melihat kegigihan Presiden Jokowi untuk membawa Indonesia melewati pandemi virus Corona atau Covid-19 ini dengan baik,” imbuhnya.

 Dia menambahkan, kebijakan yang diambil Presiden RI Jokowi lahir dari opsi-opsi kebijakan yang semuanya tak mudah.

”A, B, C semua kebijakan berdampak, tapi Pak Jokowi mengorkestrasinya dengan relatif baik. Tentu dalam pelaksanaan ada satu-dua kekurangan, itu wajar dalam situasi shock seperti ini, yang juga dialami seluruh negara,” ujarnya.

 Setiap kebijakan yang diambil Jokowi, menurut Mufti, diambil dengan perhitungan terukur, tidak grusa-grusu, serta membawa publik tetap tenang namun waspada.

Transmisi kebijakan dilakukan dengan efektif, tidak menimbulkan dampak sampingan yang lebih buruk.

Pengunjung Warkop di Trenggalek Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

4 Potret Kemiskinan di Tengah Corona, Jual HP Rp 10 Ribu, Tak Makan 2 Hari, hingga Nekat Curi Beras

Kriteria yang Berhak Menerima Bantuan Sosial PKH hingga Uang Tunai di Tengah Pandemi Covid-19?

Misalnya, kebijakan pelarangan mudik yang baru diputuskan, bisa mencegah kerumunan massal di pusat-pusat transportasi seperti terjadi di India ketika negara itu memutuskan lockdown dengan jeda pengumuman singkat.

 ”Jadi misalnya kebijakan pelarangan mudik diumumkan Maret, ada potensi penumpukan di pusat-pusat transportasi, bisa chaos. Jadi ada transmisi kebijakan, publik waspada tapi tetap tenang. Itu penting dalam situasi saat ini agar tidak memperparah keadaan,” ujarnya.

Terkait warga yang pulang kampung terlebih dahulu sebelum pelarangan mudik, sambung Mufti, penjelasan Jokowi sudah gamblang, bahwa mereka sebagian besar adalah pekerja di Jakarta yang kehilangan pekerjaan karena pandemi.

 ”Dan pulangnya itu dikoordinasikan antardaerah, terbukti ada screening di perbatasan wilayah, kemudian ada rumah isolasi berbasis desa untuk menampung warga yang datang. Ini opsi-opsi kebijakan, tidak sepenuhnya ideal, tapi yang terbaik dalam situasi saat ini,” ujarnya.

Mufti memaparkan, Jokowi juga menunjukkan bahwa prioritas pemerintah adalah kesehatan. Terbukti telah mendatangkan serta memproduksi obat, penambahan tes PCR dan laboratorium pengetesan.

 ”Tapi harus diakui ada beberapa kekurangan dalam penanganan kesehatan, itu perlu diperbaiki, terutama harus dipacu penambahan tes PCR hingga 10.000 spesimen per hari,” ujarnya.

Yang juga patut diapresiasi adalah upaya Presiden RI Jokowi menjaga bantalan ekonomi rakyat dengan menggelontorkan stimulus Rp 405 triliun.

 ”Ada Rp 110 triliun jaring pengaman sosial, ditambah Rp22 triliun dana desa dialihkan untuk bansos tunai. Belum lagi puluhan triliun realokasi APBD se-Indonesia yang tegas diperintahkan pemerintah pusat untuk jaring pengaman warga. Jaring pengaman memberi rasa tenang publik, dan itu penting agar Indonesia lolos dari situasi sulit ini dengan baik,” ujarnya.

Penulis: Yohanes Enggar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved