Pemerintah Larang Mudik, Begini Tawaran Menarik Bupati Trenggalek Bagi Pemudik

Pemerintah pusat telah menyampaikan larangan mudik bagi warga untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Pemerintah Larang Mudik, Ini Kata Bupati Trenggalek 

TRIBUNTRENGGALEK.COM, TRENGGALEK - Pemerintah pusat telah menyampaikan larangan mudik bagi warga untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

Rencananya, larangan mudik akan efektif berlaku pada 24 April mendatang.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terkait pelaksanaan larangan mudik.

Para Pengunjung Warkop di Trenggalek Jalani Rapid Test saat Malam Hari, Hasilnya Tak Diduga

Dikunjungi Bupati, Pasien Sembuh Corona di Trenggalek Berbagi Cerita: Semua Membantu Selama Isolasi

Pria Trenggalek Bunuh Diri di Teras Rumah, Diduga Gegara Depresi Sakit Diabetes Tak Sembuh-sembuh

"Soal petunjuk teknis dari pelarangan mudik nanti seperti apa. Baik sanksi maupun insentif ketika mereka melanggar dan melaksanakan," kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, Kamis (23/4/2020).

Meski begitu, kata dia, pemkab punya program untuk menunda mudik warga Trenggalek. Yakni dengan pemberian insentif Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan.

Insentif ini akan diberikan kepada 11.000 hingga 12.000 warga Trenggalek yang merantau. Saat ini, pemkab telah menyetor data terverifikasi ke Kementerian Sosial.

"Mereka yang di daerah lain, yang tidak mendapat bantuan karena KTP masih Trenggalek, akan kami berikan insentif sebagai bentuk komitmen pemkab mengunraingi penyebaran penyakit," tutur Mas Ipin.

Data yang masuk hingga awal pekan ini, sebanyak 20.000 orang telah masuk ke Trenggalek.

Mereka terdata di tiga titik check point yang ada di perbatasan Trenggalek dengan Tulungagung, Ponorogo, dan Tugu.

Sejak 1 April, Pemkab telah menutup 40-an akses masuk ke Trenggalek kecuali di tiga titik check point.

Tujuannya untuk mendata dan memetakan keberadaan pendatang. Baik yang punya risiko maupun tidak terhadap Covid-19.

"Jumlah itu baik yang masuk antarkota, antarpulau bahkan antarnegara. Ada yang tercatat dari Spanyol, Rusia, Malaysia, Taiwan, dan sebagainya," sambungnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved