Virus Corona di Magetan

Malaysia Ingin Pulangkan Ratusan Santri yang Masih Tertahan di Ponpes Al Fatah Temboro Magetan

Pemerintah Malaysia berencana memulangkan 227 santri asal Malaysia yang saat ini masih berada di Ponpes Al Fatah Temboro Magetan.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pelaksanaan rapid test di Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan oleh tim tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Rabu (22/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Malaysia berencana memulangkan 227 santri asal Malaysia yang saat ini masih berada di Ponpes Al Fatah Temboro Magetan, Jawa Timur.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, mengatakan, sudah ada delegasi dari Malaysia yang hadir ke Jawa Timur untuk membicarakan pemulangan tersebut.

"Wakil Dubes Malaysia, kemudian dari imigrasinya dan keagamaan serta kepolisian. Mereka berkeinginan supaya para santri yang asalnya Malaysia itu bisa dievakuasi ke Malaysia," ucap Kohar Hari Santoso, Jumat (24/4/2020).

11 Santri Ponpes Al-Fatah Magetan asal Banyuwangi Dirapid Test, Dinkes Ungkap Hasilnya Non-Reaktif

UPDATE CORONA di Indonesia Jumat 24 April, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta, Jabar dan Jatim Tertinggi

Kohar Hari Santoso menjelaskan, Pemprov Jatim sudah melakukan rapid test kepada 118 santri asal Malaysia, dan 14 di antaranya hasil rapid testnya reaktif yang akan dilanjutkan ke tes swab untuk menentukan apakah orang tersebut positif Covid-19 atau tidak.

"Mereka berkeinginan yang no reaktif itu bisa dievakuasi, hanya saja non reaktif itu bukan berarti tidak ada Covid-19-nya, karena kita masih perlu mengobservasi selama 14 hari," lanjutnya.

Untuk itu, Kohar Hari Santoso akan melakukan pembicaraan lebih detail teknik yang aman untuk melakukan evakuasi santri Malaysia tersebut, terlebih lagi untuk santri yang reaktif rapid test.

"Kita sudah membicarakan berbagai opsi, tapi besok kita akan matangkan lagi lebih detail seperti apa evakuasinya," lanjutnya.

Hasil Rapid Test Santri Ponpes Al Fatah Temboro 31 Positif, Disiapkan 2 Komplek Khusus untuk Isolasi

Terciduk, Satu Keluarga Positif Covid-19 Kabur dari Penjagaan Ketat di Magetan, Kini Diisolasi RS

"Termasuk membawanya dari Temboro sampai ke bandara sampai ke Malaysia itu harus dengan prosedur supaya penularannya menjadi sangat minimal," lanjutnya.

Sebelumnya, Pemprov Jawa Timur menggelar rapid test terhadap 305 santri dan ustaz di Ponpes Al Fatah Temboro Magetan, seusai 43 santri asal Malaysia dinyatakan positif di negaranya.

Hasilnya, 31 santri dinyatakan reaktif atau positif dari hasil rapid test.

Dari 305 orang tersebut 118 santri asal Malaysia, dan 14 di antaranya rapid testnya reaktif.

Hampir Semua Industri Terdampak Covid-19, Kadisnakertrans Jatim Ungkap Ada 4.816 Pekerja Kena PHK

Jelang Penerapan PSBB Surabaya Tiga Hari Lagi, Pemkot Bakal Gencarkan Sosialisasi

Kohar Hari Santoso menegaskan, 31 santri ini wajib diisolasi agar tidak ada proses penularan virus Corona.

“Kita sampai dengan tadi memeriksa 305 santri dan 9 dari ustaz, kemudian datanya dari teman-teman 31 yang reaktif (hasil rapid test). Tinggal prosedurnya bagaiaman teman-teman santri diisolasikan yang reaktif. Kemudian yang lain diobservasi 14 hari sesuai dengan indikasi untuk diulang rapid testnya,” ujar Kohar Hari Santoso, Rabu (22/4/2020) lalu.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved