Breaking News:

Semarak Ramadan 2020

Wakil Bupati KH Mujib Imron : Jaga Kesehatan Diri Kita, Jaga Kesehatan Orang Lain

Bulan ramadan 2020 ini adalah waktu yang sangat tepat untuk kita mawas diri dengan banyak istighfar, mawas diri pekerjaan kita, mawas diri tanggung ja

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron 

Dalam bahasa lain, kita tidak boleh melakukan hal - hal yang membahayakan diri kita sendiri, dan hal - hal yang membahayakan orang lain.

Kita wajib menjaga kesehatan diri kita, dan kita juga wajib menjaga kesehatan orang lain. Pemerintah sudah mengambil sikap, sudah ada seruan yang bersifat wajib dalam rangka melawan pandemi ini.

FOTO Salat Tarawih Keluarga Via Vallen Curi Perhatian, Lokasi Disoroti, Via Langsung Cepat Tanggap

2 Syarat untuk Terima Bantuan Sembako dan BLT Rp 600 Ribu dari Pemerintah di Tengah Pandemi Corona

VIRAL Pria Surabaya Ubah Aisyah Nissa Sabyan Bernada Hina Nabi, Nangis Minta Maaf, Gini Nasibnya

Pemerintah sudah mewajibkan untuk memakai masker. Pemerintah juga sudah menerapkan physical distancing, sosial distancing dan upaya - upaya lain dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Ketika pemerintah sudah mengatakan wajib, maka berarti kita sebagai masyarakat juga wajib melaksanakan dan mengikuti anjuran yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat hingga pemerintah dibawahnya.

Mari diikuti yang menjadi seruan pemerintah. Di dalam referensi pesantren sudah dijelaskan jam'itah Nahdlatul Ulama, Muhhammadiyah, dan lainnya, sudah sepakat untuk menjauhi kerumunan dan lainnya. Termasuk pembatasan kegiatan keagaman.

Salah satunya ibadah salat jum'at. Ada himbauan dan petunjuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kita tidak perlu ragu, di dalam referensi islam, boleh tidak melaksanakan jumatan ketika ada wabah yang membahayakan.

Beberapa waktu lalu, ia bertemu dengan salah seorang pengasuh ponpes besar di Pasuruan. Pengasub ponped ini mengaku sudah lima kali tidak melaksanakan jumatan. Alasannya, agar dia tetap sehat karena sedang merawat ibundanya dan para santrinya.

Islam itu sangat lentur, tergantung situasi. Islam sangat fleksibel di dalam pelaksanaan ibadah. Jadi ibadah salat jumat, salat tarawih, ketika dihimbau untuk tidak dilaksanakan di masjid harus dipatuhi dan diikuti karena itu anjuran dan sudah ada dadar pemikirannya.

Namun, tetap boleh dilaksanakan di masjid asalkan ada sentuhan - sentuhan khusus. Seperti perenggangan shaf salat, dan masyarakat jangan khawatir karena tetap mendapatkan pahala berjamaah.

Selain itu, ada juga penerapan protokol kesehatan, seperti penyediaan masker, handsanitizer, alat ukur suhu badan dan lain sebagainya. Sekali lagi, islam sangat luas dan sangat fleksibel.

Pemerintah berharap masyarakat terus mengikuti anjuran pemerintah. Agar pemerintah juga bisa mempercepat pemutusan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Dengan harapan, corona cepat hilang. Terima kasih kepada Forpimda, habaib, kiai, ulama, masyarakat dan pihak - pihak lain atas pengertiannya. (lih/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved