RS Karsa Husada Renovasi Ruangan untuk Perluas Jangkauan Perawatan Pasien Covid-19 di Kota Batu

RS Karsa Husada sedang merenovasi ruangan yang nantinya bisa diisi dengan 29 tempat tidur.

AsiaOne via Tribunnews.com
Ilustrasi pasien corona yang positif dirawat di rumah sakit 

TRIBUNBATU.COM, BATU - RS Karsa Husada sedang merenovasi ruangan yang nantinya bisa diisi dengan 29 tempat tidur. Tempat tidur itu diperuntukkan kepada pasien dalam pengawasan (PDP) serta pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Dirut RS Karsa Husada Tries Anggraini menjelaskan kebutuhan itu untuk mengantisipasi penanganan pasien Covid-19 di Kota Batu dan sekitarnya.

“Saat ini kami memiliki 19 tempat tidur, tapi ada yang kami siapkan untuk tenaga kesehatan sehingga tidak kami pakai untuk perawatan pasien. Dari kapasitas yang ada terpakai 11 jadi masih bisa menampung, terhadap kasus yang tidak terlalu berat,” katanya.

Perketat Upaya Cegah Sebaran Covid-19, Pemkot Batu Tambah Pos Pemantauan di Bulan Ramadhan

Atasi Banjir Parah di Kelurahan Sisir, DPUPR Kota Batu Bongkar Jalan di Atas Kali Kebo

Sedangkan untuk kebutuhan alat pelindung diri (APD), Tries menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah menyumbangkan APD ke rumah sakit.

Ada 1600 hazmat yang saat ini berada di RS Karsa Husada. 600 di antaranya digunakan untuk menangani pasien sedangkan yang 1000 digunakan untuk pasien rawat jalan.

“Kami berterima kasih sekali atas bantuan semua pihak, masyarakat, pribadi dan pemerintah. Antusias cukup tinggi, dan kami memang menghadapi pasien yang menular, hazmat terpaksa harus kami pilah,” terangnya.

Di sisi lain, Tries juga meminta kerjasama dari Puskesmas agar bisa melayani pasien yang berkaitan dengan Covid-19. Misalnya, dengan memberikan pelayanan antar jemput pasien baik dari atau ke rumah sakit. Hal itu penting agar penanganan tepat sehingga tidak menyebabkan penyebaran virus.

Data terbaru di Kota Batu pada 27 April 2020, ada total tiga warga yang terinfeksi positif Covid-19. Dua di antaranya dalam perawatan dan satu orang sembuh. Sedangkan orang tanpa gajala (OTG) jumlahnya 107, yang selesai pemantauan ada 56 orang dan yang masih dalam pemantauan ada 51 orang.

Orang dalam pantauan (ODP) ada 159 orang yang teridiri atas 115 selesai pemantauan dan 44 orang dalam pemantauan. Pasien dalam pengawasan (PDP) ada 20 orang yang berada dalam pengawasan ada 12 orang. Tujuh orang selesai pengawasan dan satu orang dilaporkan meninggal dunia. Namun hasil swab menunjukkan PDP yang meninggal negatif Covid-19.

Penulis: Benni Indo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved