Breaking News:

Virus Corona di Malang

Tak Larang Pekerja Antardaerah Masuk Kabupaten Malang, Bupati Sanusi: Itu Kan Bukan Mudik

Bupati Malang, Muhammad Sanusi, menegaskan, pelarangan akses masuk ke Kabupaten Malang hanya berlaku bagi para pemudik.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Bupati Malang, Muhammad Sanusi, Senin (27/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang tidak membatasi mobilitas pekerja luar daerah yang bekerja di wilayahnya.

Bupati Malang, Muhammad Sanusi, menerangkan, pelarangan akses masuk ke Kabupaten Malang hanya berlaku bagi para pemudik.

Pemudik yang dimaksud Sanusi adalah pendatang luar daerah yang tidak memiliki kepentingan mendesak memasuki Kabupaten Malang.

Polisi Malang Gelar Operasi Pasar Takjil, Imbau Physical Distancing & Bubarkan Kerumunan Ngabuburit

Masuk Kota Malang Kendaraan Pemudik Luar Daerah Harus Putar Balik, Dua TKW Bersuhu Tinggi

Melalui surat edarannya, ia meminta petugas melakukan pengecekan terhadap kendaraan bus, mobil travel, mobil pribadi, dan segala kendaraan yang bernomor pelat luar daerah.

"Bagi yang bekerja harus pulang-pergi? Itu kan tidak mudik, yang mudik itu saat orang di suatu daerah mau liburan atau event tertentu pulang ke kampung itu mudik," ujar Sanusi, Senin (27/4/2020).

Meski diperbolehkan memasuki wilayah Kabupaten Malang, Sanusi menerangkan, para pekerja yang melewati posko check point tetap diperiksa kondisi tubuhnya.

"Apabila ketahuan suhunya tinggi serta kondisi kesehatannya terganggu, harus menjalani karantina selama 14 hari," ungkap Sanusi.

Bupati Malang Perbolehkan Pedagang Takjil Berjualan di Bulan Ramadhan, Ada Satu Syarat

Soal Rencana PSBB Malang Raya, Sutiaji: Jangan Tanya Saya, Tanya Wali Kota Batu dan Bupati Malang

Sanusi meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang untuk mematuhi larangan mudik.

"Kalau sudah dilarang mudik tapi tetap ngeyel mudik ya kita kembalikan. Karena ini imbauan presiden yang melarang dilakukannya mudik," tutur Sanusi.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved