Virus Corona di Lamongan

Dampak Covid-19, Pengerajin Songkok Lukis di Lamongan Kelimpungan, Mereka Terpaksa Lakukan ini

pandemi virus Corona atau Covid-19 dampaknya meluas bagi semua sendi kehidupan. Tak terkecuali bagi Mualimin, pengrajin songkok lukis asal Lamongan

surya/Hanif Manshuri
Sepi order, pengrajin songkok di Lamongan masih mencoba produksi. Berharap akhir menjelang akhir Ramadan nanti ada keberuntungan, 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pada Bulan Suci Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah. Termasuk para pelaku usaha untuk memasarkan hasil produksinya.

Namun, pandemi virus Corona atau Covid-19 ini dampaknya meluas bagi semua sendi kehidupan. Tak terkecuali bagi Mualimin, pengrajin songkok lukis asal Lamongan Jawa Timur dengan aksesoris bernuansa religi ini .

Ramadan tahun - tahun sebelumnya, biasanya para pelaku bisnis kebanjiran order. Namun tidak dengan saat ini, sepekan awal Ramadan pengrajin songkok lukis asal Desa Pangaean Kecamatan Maduran, Lamongan, jawa Timur  ini.

"Belum ada order sama sekali. Pelanggan juga tidak ada yang datang," kata Mualimin kepada TribunJatim.com, Rabu (29/4/2020.

Meski tidak orderan, Mualimin mencoba memproduksi songkok lukisnya, berharap pada Ramadan ini masih ada rizki mengalir kepadanya.

"Nyetok sedikit, barangkali ada yang pesan, " jelasnya kepada TribunJatim.com.

Diakui Ramadan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hadirnya wabah virus Corona atau Covid-19 membuat ia dan para pengerajin songkok kelimpungan, karena sepi pesanan.

Jersey Alternate Persebaya 2020 Dirilis, Warna Hitam Dipadu Aksen Emas Membuatnya Lebih Elegan

Jika Malang Raya PSBB, Perjalanan KA Lokal Diprediksi Tak Terganggu

Ketua DPD RI Minta Jokowi Evaluasi Kartu Prakerja yang Dinilai Kurang Tepat saat Pandemi Covid-19

"Sejak ada Corona ini sepi sekali, langganan dari pemilik toko semua tutup. Mati total, ini stok juga mau spekulasi," kata Mualimin.

Padahal menurut Mualimin, saat situasi normal dirinya banyak mendapat pesanan dari luat Lamongan, bahkan tak sedikit pelanggannya berasal dari luar Pulau Jawa.

Penjualan ke langganan juga menurun drastis, tidak hanya pemesan di di Jawa, diluar Jawa juga sama sekali. "Hampir 90% pengerajin songkok merasakan seperti saya, " ungkap pemilik merk songkok MR ini.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved