Human Interest Story

Diana Wulandari, Gagal Jadi Sukarelawan Wisma Atlet, Kini Gigih Lawan Covid-19 di Puskesmas Kediri

Diana Wulandari, Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) Puskesmas Sukorame, Kota Kediri viral di media sosial karena gigih tangani sampel Covid-19.

TRIBUNJATIM.COM/DIDIK MASHUDI
Diana Wulandari mengenakan baju kerja di Puskesmas Sukorame Kota Kediri. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Baru baru ini viral di media sosial sosok tenaga kesehatan yang terlihat gigih menangani kotak sampel Covid-19.

Sosok itu ternyata bernama Diana Wulandari, Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) Puskesmas Sukorame, Kota Kediri.

Dalam sejumlah foto Diana tampak membawa kotak sampel Covid-19 untuk uji laboratorium dengan pakaian baju hazmat dan alat pelindung diri (APD) level 3 lengkap yang membalut tubuh mungilnya.

“Tugas saya adalah mengambil sampel dari warga hasil tracing dan screening. Saya menemukan yang tak terlihat menjadi terlihat dan harus bekerja secara akurat,” kata Diana, alumni IIK Jurusan Analis Kesehatan, Senin (27/4/2020).

Hasil Rapid Test 18 Santri Ponpes Al Fatah Temboro Magetan Asal Banyakan Kediri, Dua Orang Positif

13 Kategori Pekerjaan Bisa Dapat Bantuan, Lurah Kota Kediri Diminta Mendata Warga Terdampak Covid-19

Sebagai pengambil sampel darah untuk tes darah, cairan hidung dan tenggorokan untuk tes swab, dan tes dahak membuat Diana harus bersentuhan dengan warga yang sangat berpotensi positif Covid-19.

Bahkan petugas kesehatan ini yang memegang langsung cairan virus tersebut melalui alat-alat medisnya.

Sampel yang diambil akan menentukan tindakan selanjutnya, maka harus akurat dan tidak boleh ada kesalahan karena menentukan nyawa seseorang.

“Tidak semua tenaga medis mau melakukan ini. Saya mau karena…,” jawabnya terhenti sejenak dengan matanya berkaca-berkaca.

Memang, menjadi pengambil sampel pada waktu pandemi Covid 19 tidak mudah. Selain risikonya besar, juga busana yang dikenakan cukup menyiksa.

Memakai APD level 3 yang dikenakan menjadikannya pusing karena masker tiga lapis salah satunya KN-95 yang menyebabkan susah bernapas hingga kurang oksigen.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved