Ketua DPD RI Minta Jokowi Evaluasi Kartu Prakerja yang Dinilai Kurang Tepat saat Pandemi Covid-19

La Nyalla Matalitti meminta Presiden Joko Widodo mengevaluasi kebijakan pemerintah dalam penanggulangan pandemi virus Corona. Seperti Kartu Prakerja.

TRIBUNJATIM.COM/BOBBY CONSTANTINE
Ketua DPD RI, La Nyalla Matalitti, saat melakukan pengawasan dan pemantauan situasi lapangan di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Constantine

TRIBUNJATIM.COM - Ketua DPD RI, La Nyalla Matalitti, meminta Presiden RI Joko Widodo mengevaluasi kebijakan pemerintah dalam penanggulangan pandemi virus Corona atau Covid-19.

Sebab menurutnya, ada beberapa program yang menuai sorotan masyarakat akibat dinilai kurang tepat.

Hal ini disampaikan La Nyalla Matalitti seusai pemantauan situasi lapangan di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur.

“Saya sengaja tetap turun ke lapangan, untuk melihat sendiri," kata La Nyalla Matalitti, Selasa (28/4/2020).

Bertemu Yusril Ihza Mahendra, Ketua DPD RI, La Nyalla Bahas Sejumlah Isu Tata Negara

"Sebab, saya dari dulu tidak percaya kertas-kertas laporan. Saya harus cek dan bertemu masyarakat,” kata La Nyalla Matalitti.

Satu di antara program yang paling banyak disorot masyarakat adalah Kartu Prakerja.

Program ini tepat apabila diterapkan dalam situasi normal.

Sebab, konsep dasar program ini menyiapkan calon angkatan kerja baru sekaligus wirausahawan baru.

Namun, menjadi kurang tepat apabila menjadi jurus penanggulangan dampak pandemi virus Corona atau Covid-19.

La Nyalla Matalitti menerangkan, situasi kali ini berbeda drastis. Dunia usaha banyak yang kolaps dan daya beli masyarakat turun.

Selama PSBB Surabaya Layanan SIM Tutup Sementara, Satpas Colombo Akan Umumkan Waktu Buka Kembali

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved