Virus Corona di Banyuwangi

BLT Desa di Banyuwangi Cair, Tiap KK Terima Rp 600 Ribu

Desa-Desa di Banyuwangi mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) kepada warganya yang terdampak pandemi virus Corona atau C

Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan bantuan BLT ke warga terdmapak Covid-19 di Aula Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Kamis (30/4/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Desa-Desa di Banyuwangi mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) kepada warganya yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19.

Sebanyak 108 desa telah mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) tersebut dari total 189 desa di Banyuwangi. Adapun sisanya masih dalam proses.

”Terima kasih kepada pemerintah pusat dan Kementerian Desa yang telah membikin skema pengalihan sebagian dana desa untuk membantu warga terdampakvirus Corona atau Covid-19. Juga terima kasih kepada teman-teman kepala desa, camat, beserta dinas terkait yang terus lembur beberapa hari ini untuk menuntaskan pendataan, sehingga bantuan langsung tunai (BLT) bisa cair sejak kemarin,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Aula Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Kamis (30/4/2020).

Dalam bantuan langsung tunai (BLT) DD, setiap KK mendapat Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan. Anas mengatakan, kecepatan penyaluran BLT ini tak lepas dari peran semua pihak yang terus melakukan validasi data calon penerima.

Merantau ke Gresik Bawa Sabu 0,40 Gram, Perempuan Asal Semarang Ini Berakhir Dibui 6,5 Tahun

Antisipasi PSBB Malang Raya, Arema FC Beri Bantuan Puluhan Face Shield untuk Pemkab Malang

Wali Kota Risma Ungkap Sebab Kasus Covid-19 di Pabrik Rokok Sampoerna, Sebut Kebohongan Pasien

”Ini bukan pekerjaan mudah untuk sinkronisasi data. Sekali lagi, terima kasih kepada bapak/ibu kepala desa dan seluruh tim yang sudah bekerja keras melakukan validasi data sehingga warga bisa mendapatkan manfaat program ini dengan segera,” kata Abdullah Azwar Anas kepada TribunJatim.com.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemerintahan Desa (DPM dan Pemdes), Kusiyadi, menambahkan, transfer Dana Desa dari pemerintah pusat ke desa-desa di Banyuwangi mencapai Rp210 miliar.

“Dengan refocusing DD, kami kalkulasi tersedia sekitar Rp66,7 miliar untuk BLT kepada 36.979 warga, dengan catatan apabila semua desa mengalokasikan secara maksimal anggaran Dana Desa (DD) nya sesuai dengan peraturan pemerintah pusat,” terang Kusiyadi.

Sasaran utama penerima BLT ini, terang Kusiyadi, adalah warga miskin yang terdata dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan warga non-DTKS terdampak virus Corona atau Covid-19. Mereka diantaranya adalah orang yang kehilangan mata pencaharian akibat virus Corona atau Covid-19.

Saat ini, pihaknya terus mendampingi desa-desa lain yang dalam proses pengajuan transfer dana desa agar bisa segera dicairkan.

“Kami terus mendorong dan mensupervisi desa agar melengkapi persyaratannya. Semoga desa yang masih proses bisa juga segera menerima transfer Dana Desa (DD),” kata Kusiyadi kepada TribunJatim.com.

Abdullah Azwar Anas menambahkan, selain BLT DD, warga Banyuwangi juga mendapatkan skema bantuan lain, mulai dari Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non-Tunai, BLT Kemensos, dan program provinsi. Selain itu, dari APBD Banyuwangi juga dialokasikan jaring pengaman berupa paket sembako, paket nutrisi ibu hamil dan menyusui, konsumsi harian pekerja informal, dan insentif santri serta beasiswa mahasiswa.

”Sebagian sudah cair, seperti PKH dan Kartu Sembako yang regular. BLT Kemensos direncanakan cair bulan Mei. Demikian pula yang bersumber dari APBD. Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi juga terus menyalurkan bantuan seperti sembako dan masker untuk masyarakat,” ujar Anas. (Haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved