Ancaman Rugi Peternak Mojokerto saat Harga Telur Ayam Anjlok, Hanya 14 Ribu per Kg: Minim Permintaan

Peternak ayam ras petelur di Mojokerto terancam merugi akibat harga telur ayam turun drastis karena efek Pandemi Covid-19 berkepanjangan.

TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Komoditas telur ayam di PT. Perternakan Sawo Jaya Ayam Ras Petelur di Desa Sawo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. 

TRIBUNMOJOKERTO.COM, MOJOKERTO - Peternak ayam ras petelur di Mojokerto terancam merugi akibat harga telur ayam turun drastis karena efek Pandemi Covid-19 berkepanjangan.

Apalagi, komoditas telur ayam dari peternak juga tidak terserap pasar secara maksimal semenjak diterapkan kebijakan Social/ Physical Distancing untuk mencegah penyebaran Virus Corona di berbagai wilayah Jawa Timur.

Peternak tekor lantaran menanggung biaya operasional yang tidak sebanding dengan hasil penjualan telur ayam.

Zona Merah Kasus Pertama Positif Covid-19 di Kota Mojokerto Adalah Tenaga Medis

Hasil Tracing, 6 Orang Keluarga dan Orang Dekat Tenaga Medis Positif Covid-19 di Kota Mojokerto

Pasutri di Mojokerto Positif Corona, 25 Orang Terdekatnya Jalani Rapid Test, 13 Pernah Tatap Muka

Saat ini, harga telur ayam dari peternak di pasaran merosot tajam mulai Maret 2020, dari harga awal Rp.20.000 per kilogram yang kini berharga Rp.14.000 per kilogram.

Salah satu peternak ayam ras petelur skala besar yang secara tidak langsung terdampak Pandemi Covid-19 yaitu PT Perternakan Sawo Jaya Ayam Ras Petelur di Desa Sawo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

M. Anang Hanafi (47), Supervisor PT. Perternakan Sawo Jaya, menjelaskan harga telur ayam dipasaran secara bertahap turun semenjak Pandemi Covid-19 pada bulan Maret 2020. Harga telur ayam semakin turun dan puncaknya setelah diterapkan pembatasan sosial.

"Sebelum Pandemi harga telur dari peternak sekitar Rp.19.000- Rp.20.000 per kilogram dan hari ini harga telur ayam Rp. 14.000 per kilogram," ujarnya kepada Surya, Jumat (1/5/2020).

Ia mengatakan peternak tekor menanggung biaya operasikan apalagi Break Even Point (BEP) senilai Rp. 17.000 yang tidak sebanding dengan harga telur ayam sekarang di pasaran. Biaya BEP lebih tinggi jika dibandingkan peternak rakyat karena menggunakan kandang layer sistem Closed House.

"Banyak faktor yang menyebabkan harga telur ayam turun yakni tutupnya hotel, rumah makan dan lainnya sehingga permintaan telur di pasaran menjadi sangat berkurang," ungkapnya.

Masih kata Anang, penyebab harga telur ayam turun juga ditengarai hadirnya telur breeding dari pembibitan ayam yang memenuhi pasaran. Mereka menjual telur breeding dengan harga murah dan secara otomatis menekan harga dipasaran.
Jika permintaan pasar sedikit sedangkan ketersediaan barang melimpah maka akan secara otomotis menekan penurunan harga pada komoditas tersebut.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved