Virus Corona di Lamongan

1 Desa dari 3 Desa dan 1 Kelurahan di Lamongan Jatim Mulai Bersiap Hadapi Karantina

Jumlah penderita positif Covid-19 di Lamongan Jawa Timur terus bertambah. Hingga kini, total ada sebanyak 43 orang terkonfirmasi positif virus Corona

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
surya/Hanif Manshuri
Warga Desa Surabayan Kecamatan Sukodadi didampingi TNI - Polri pasang barikade dari bambu sebagai persiapan hadapi karantina tingkat desa, Sabtu (2/5/2020) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Jumlah penderita positif Covid-19 di Lamongan Jawa Timur terus bertambah. Hingga kini, total ada sebanyak 43 orang terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19 yang mematikan tersebut.

Pemkab Lamongan kian hari sibuk untuk mengatasinya. Persoalan anggaran, dari Rp 56 miliar ditingkatkan menjadi Rp 200 miliar, sampai dengan membangun Rumah Sakit Darurat Covid-19 di jalan Kusuma Bangsa.

Kini pemkab melalui Gugus Tugas Penanganan Penyebaran (GTPP) Covid-19 telah merumuskan pola karantina tingkat desa. Rencana ini telah disosialisasikan oleh Pemkab Lamongan

Tiga desa dan 1 kelurahan di Lamongan akan menerapkan karantina tingkat desa atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat desa diantaranya, Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Desa Sukoanyar Kecamatan Turi, Desa Mayong Kalitengan dan Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran.

Merespon rencana tersebut, salah satu desa di Lamongan ini, Desa Surabayan Kecamatan Sukodadi mulai bersiap untuk penerapan karantina tingkat desa.

Kepala Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Sunarto membenarkan kalau desanya menjadi 1 dari 3 desa di Lamongan yang akan memberlakukan karantina tingkat desa.

Gebyar Promo Ramadhan Unusa: Gratis Formulir Pendaftaran Selama Ramadhan 2020, Bisa Daftar Online!

Ingin Tetap Sehat dan Tidak Lemas Selama Berpuasa? Simak Tips dari Kreator di TikTok Ini!

Kepiluan Istri Kenang Erwin Prasetya Eks Dewa 19 Sebelum Wafat, Simak Rekam Jejak Karir Musiknya

"Desa Surabayan menjadi salah satu desa yang memiliki jumlah positif Covid-19 sebanyak 5 orang, dan ini yang mengharuskan untuk memberlakukan PSBB tingkat desa," Sunarto pada wartawan, Sabtu (2/5/2020).

Pihaknya dan masyarakat tidak keberatan dengan diberlakukannya karantina tersebut. Semua dinilai sebagai bentuk tanggungjawab bersama demi kepentingan masyarakat sendiri.

Makanya, kata Sunarto, warganya sudah bersiap untuk menghadapi PSBB tersebut dengan menutup sejumlah jalan masuk desa.

"Penutupan jalan ini dilakukan dengan memasang barikade pembatas jalan dari bambu di tengah jalan untuk menghalangi akses keluar masuk desa," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Warga dengan dibantu aparat dari TNI-Polri juga memasang pengumuman di jalan yang telah ditutup itu. Selain itu, pihak desa,
perngkat dan tokoh masyarakat juga intens melakukan sosialisasi ke warga tentang akan diberlakukannya karantina desa tersebut.
Termasuk memberikan pemahaman tentang diberlakukannya karantina ditingkat desa.

Sementara, Kapolsek Sukodadi AKP Suratman mengatakan, terkait pengamanan desa selama diberlakukannya PSBB tingkat desa di Desa Surabayan, petugas keamanan dari Polri dan TNI dipastikan akan secara bergiliran melakukan penjagaan bersama warga masyarakat.

Menurutnya, penutupan jalan ini sebagai salah satu langkah PSBB desa untuk memutus mata rantai virus Corona atau Covid-19 di Desa Surabayan.

"TNI - Polri akan berjaga secara bergiliran selama diberlakukannya PSBB tingkat desa nanti," kata Suratman kepada TribunJatim.com.

Seperti diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Lamongan berencana menerapkan protokol karantina tingkat desa, kelurahan di 3 desa dan 1 kelurahan di Lamongan. Sebelum diterapkan, sudah dilakukan sosialiasi kemudian disusul pelaksanaan uji coba. Sebelum diterapkan dengan ketat, akan didahului dengan tahapan sosialisasi selama dua hari.

"Pelaksanaan uji coba pada Minggu (3/5/2020) dengan terlebih dahulu melaksanakan uji coba, diharapkan bisa melakukan langkah evaluasi dan perbaikan," kata Sekretaris GTPPC Lamongan, Yuhronur Efendy.

Protokol karantina tingkat desa, kelurahan ini, diterapkan di Desa Surabayan Kecamatan Sukodadi, Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran, Desa Sukoanyar Kecamatan Turi dan Desa Mayong Kecamatan Karangbinangun. (hanif manshuri/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved