Virus Corona di Lamongan

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Lamongan Refocusing Anggaran Rp 200 Miliar untuk Penanganan

Pemkab Lamongan proyeksikan anggaran Rp 200 miliar sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam melakukan penanganan virus Covid-19.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Ketua TAPD,  Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi.  

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Bertambahnya jumlah kasus virus Corona ( Covid-19 ) di Lamongan Jawa Timur menuntut Pemkab Lamongan untuk mengalokasikan anggaran yang cukup banyak. 

Dari semula hanya Rp 56 miliar, kini diproyeksikan bertambah menjadi Rp 200 miliar.

Melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dilakukan refocusing anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2020 bersama DPRD Lamongan.

Keluguan Anak Dhani Bahas Kesalahan Ibunya Tampil di Publik, Sampai Nangis, Mulan: Bunda Gak Jago

Punya 14 Ribu Pasukan, Pimpinan KKB di Papua Terkejam, Menyerah ke Soeharto, Mertua SBY Ikut Berjasa

"Rapat koordinasi yang kita lakukan Kamis (30/4/2020) kemarin  sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam melakukan penanganan virus Covid-19,"  kata Ketua TAPD Lamongan, Yuhronur Efendi, Jumat (1/5/2020).

Dikatakan,  refocusing anggaran dilakukan akibat dua hal salah satunya adanya pengurangan dana dana perimbangan sekitar Rp 200 miliar.

Sehingga dana - dana itu harus dilakukan pengurangan pada beberapa kegiatan- kegiatan yang sudah jalan.

Atasi Kelangkaan Ventilator Gegara Corona, UB Tech Buat Ventilator BiPAP dari Bahan Sederhana

Pria Bonceng Petai Berakhir di Polres Blitar, Gegaranya Berbelit-belit Saat Ditanyai: Bikin Emosi

Refocusing  ini, tegas Yuhronur digunakan untuk penanganan Covid 19. Kemarin sudah dibicarakan dengan dewan.

Dan pada prinsipnya dewan  mendukung seluruh kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan Gugus Tugas Penanganan Penyebaran (TGPP)  Covid-19, baik dalam pelaksanaan refocusing dan kegiatan lain untuk penanganan Covid-19.

Sangat fleksibel, dari total anggaran tersebut, Pemkab Lamongan juga  telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 70 miliar untuk dua prioritas kegiatan yakni pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial. 

10 Negara dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Dunia, China sebagai Asal Wabah Tak Lagi Masuk Daftar

"Kemarin sudah dilaporkan ke Dewan dan kita akan mulai dengan pendirian dapur umum," katanya. 

Dapur umum tersebut  rata - rata setiap jecamatan memasak sebanyak 1.000 sampai 1.300 kotak nasi, dengan anggaran Rp 5,8 miliar yang include di dalam anggaran Rp 70 miliar itu.

Pemkab juga merencanakan alokasi anggaran total untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 200 miliar. Anggaran tersebut termasuk untuk penanganan kesehatan, pembelian alat tes dari Korea Selatan Afias 6 serta reagentnya.

Alat  untuk tracing masyarakat yang pernah kontak langsung dengan yang terpapar atau pasien positif itu bekerja sangat cepat dan akurat.  Kurang dari 30 menit bisa menuntaskan 6 sampel sekaligus. 

Yuronur menambahkan, bahwa proyeksi alokasi itu  masih fleksibel, karena  masih memungkinkan ada kebijakan baru dari pemerintah pusat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved