Sepak Bola saat Wabah Virus Corona

Akibat Pendemi Covid-19 dan Jelang Hari Raya Idulfitri, Madura United Ubah Skema Gaji Pemain

Madura United sedikit mengubah skema gaji pemain selama jeda kompetisi Liga 1 2020 akibat pandemi virus Corona, khusus bulan Juni.

TRIBUNJATIM.COM/SUGIHARTO
Laga pekan kedua Liga 1 2020, Madura United vs Persiraja Banda Aceh di Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan, Senin (9/3/2020). Dalam pertandingan ini berakhir imbang 0-0. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Madura United sedikit mengubah skema gaji pemain selama jeda kompetisi Liga 1 2020 akibat pandemi virus Corona atau Covid-19, terutama khusus untuk bulan Juni yang mengalami kemajuan.

Dampaknya, akan ada skema dua kali gaji di bulan Mei 2020.

Disampaikan Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Ziaul Haq, skema ini diterapkan, selain karena pendemi virus Corona atau Covid-19, juga menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini yang jatuh pada tangal 24 atau 25 Mei mendatang.

"Bulan April akan diselesaikan maksimal 4 Mei, untuk Mei, maksimal dibayarkan pada 20 Mei dari biasanya dibayarkan bulan berikutnya per tanggal 5," terang Ziaul Haq, Minggu (3/5/2020).

"Bulan ini, akan ada pembayaran dua kali gaji, dengan pertimbangan karena menjelang Hari Raya Idulfitri," tambah pria asal Madura itu.

Sementara soal nominal, dijelaskan Ziaul Haq, sesuai keputusan sebelumnya, dan mengikuti anjuran Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), nominal gaji maksimal 25 persen dari kontrak selama jeda kompetisi.

Jaga Imun di Tengah Pandemi Covid-19, Gelandang Muda Madura United Rutin Berlatih & Jaga Pola Makan

Pelatih Fisik Persebaya Surabaya Bedakan Porsi Latihan Pemain yang Berpuasa dan Tidak, Ada Tambahan!

Panen Melimpah Namun Daya Beli Masyarakat Lemah, Arema FC Beri Bantuan Sembako ke Petani dan Lansia

"Berdasarkan keputusan direksi PT PBMB, pembayaran gaji pemain menyesuaikan dengan rekomendasi dan araha PSSI dibayarkan sebesar 25 persen," pungkasnya.

Skema pemberian gaji pemain dirasa penting disampaikan karena tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini menjadi salah satu tim pengusul kompetisi Liga 1 musim ini tidak dilanjutkan.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Khairul Amin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved