Virus Corona di Pasuruan

KONTRAC Pasuruan Kritiki Gugus Tugas, Beri Masukan Soal Penanganan Pandemi Covid-19

Komunitas Untuk Transparansi COVID-19 (KONTRAC) memberikan catatan khusus Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasurua

(Surya/Galih Lintartika)
Koordinator KONTRAC Pasuruan Lujeng Sudarto 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Untuk Transparansi COVID-19 (KONTRAC) memberikan catatan khusus Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasuruan jika memang serius menangani pandemi virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Koordinator KONTRAC Lujeng Sudarto mengatakan, virus Corona atau Covid-19 bukan perkara data statistik, berapa pasien positif, berapa pasien dalam perawatan (PDP), berkurang atau tidak orang dalam pemantauan (ODP) setiap harinya yang selalu dan terus diupdate. Kata dia, lebih dari itu, ada bom waktu yang terus berjalan dan harus segera dicarikan jalan.

"Jangan hanya dilakukan dengan pendekatan medis semata, ini sudah ada persoalan implikasi ekonomi yang sangat serius. Ibaratnya bon waktu, jika tidak direspon pemkab, maka suatu saat akan meletus dan akan menjadi masalah yang kompleks," katanya, Senin (4/5/2020).

Lujeng, sapaan akrabnya mengatakan, hari ini bukan lagi menganalisis medisnya semata. Tapi, harus ada analisis yang lebih kompleks dan kemungkinan akan terjadi.

VIRAL Kematian Pilu Bayi 1 Bulan Diduga Ditelantarkan RS, Curhat Ibu: Anak Saya Membeku, Suami Murka

DAMPAK Nyata Pandemi Corona bagi Dunia: WHO Terpuruk, Makin Buruk Relasi China-AS, Diambang Perang?

UPDATE CORONA di Dunia Senin 4 Mei 2020, Indonesia di Urutan ke-36, Kasus Global Capai 3,5 Juta

Ia mengatakan, Pemkab Pasuruan dan gugus tugas untuk segera membuat langkah antisipasi jika memang serius menangani.

Ia mencontohkan, hari ini Pemerintah Kabupaten Pasuruan sudah sejogjaynya mempersiapkan skema jaring pengaman sosial kepada warga yang rentan secara ekonomi terhadap dampak pelaksanaan pembatasan sosial dan physical distancing akibat Covid-19.

"Agar efeknya tidak meluas dan domino kemana - mana," jelasnya.

"Pemerintah juga harus mempersiapkan langkah-langkah antisipatif menanggulangi potensi meningkatnya kerawanan sosial maupun potensi kriminalitas dari dampak maupun pasca COVID-19. ini harus segera dipetakan dan dipersiapkan. Jangan sampai, pandemi selesai, kriminalitas justru meningkat," tambah Lujeng.

Dia juga menyarankan Gugus Tugas membuat dan memberikan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak juknis) kepada pemerintah di tingkat kecamatan, desa atau kelurahan terkait pelaksanaan pembatasan sosial, pshysical distancing, lockdown secara
lokal.

"Sehingga, penerapan pembatasan sosial di tingkat desa, kelurahan atau kampung harus memiliki
standar operasional yang jelas. Jangan sampai, karena tidak ada standarisasinya, akan berdampak terhadap kehidupan sosial ekonomi yang semakin memburuk," papar dia.

Sekadar diketahui, KONTRAC sudah mengirimkan surat audensi resmi ke Bupati Pasuruan sebagai Ketua Gugus Tugas untuk membahas terkait dampak COVID-19, bukan hanya soal medis tapi sosial dan ekonomi. Belum ada jawaban dari Bupati Pasuruan.

Audensi yang diminta tetap mengedepankan protokol kesehatan dan ketentuan yang sudah ditetapkan. Dalam perkara ini, KONTRAC membuat sedikitnya 12 catatan dan masukan untuk gugus tugas. (galih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved