Pandemi Covid-19 Membuat Jember Alami Deflasi Bulan April 2020

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Jember di bulan April 2020 memotret dampak pandemi Virus Corona di Jember.

Kolase cambridgemask.com - TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
(ILUSTRASI) Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan ungkap deflasi Jawa Timur imbas Corona. 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Jember di bulan April 2020 memotret dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 di Jember.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember mengeluarkan rilis IHK bulan April tahun 2020 di Kabupaten Jember pada Senin (4/5/2020).

IHK bulan April menunjukkan Kabupaten Jember mengalami deflasi sebesar 0,13 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, tiga kelompok pengeluaran mengalami inflasi, empat kelompok pengeluaran mengalami deflasi, dan sisanya stabil.

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau; lalu kelompok transportasi; juga dari kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar lainnya.

70 Orang Pemudik Harus Putar Balik lagi Dari Trenggalek

Usir Bosan di Rumah ala Kiper Persebaya Rivky Mokodompit, Menata Rumah hingga Rapikan Barang

Peluang Opsi Jokowi untuk Cuti Lebaran, Bisa Geser ke Akhir Juli 2020: Tergantung Patuhi PSBB

Komoditas penyumbang terbesar deflasi adalah daging ayam ras, angkutan udara, cabai merah, bawang putih, dan telur ayam ras. Untuk penyumbang inflasi adalah emas perhiasan, bawang merah, tomat, gula pasir, dan cakalang diawetkan.

Berlebihnya produksi daging ayam ras di level peternak dan berkurangnya ditribusi ke daerah sekitar menyebabkan stok daging ayam ras berlimpah sehingga harga di pasar turun tajam.

Industri penerbangan menjadi salah satu sektor yang terdampak oleh virus corona. Pemerintah melalui kebijakan untuk melakukan pembatasan sosial, efektif mengurangi jumlah bepergian sehingga demand akan kebutuhan jasa transportasi pesawat menjadi turun drastis.

"Jelas pandemi virus Corona atau Covid-19 ini terdampak. Biasanya ketika bulan Ramadan harga cenderung bergerak naik, tapi sekarang karena ada pandemi, jadi cenderung landai bahkan ada yang turun," ujar Kepala BPS Jember Arif Joko Sutejo.

Deflasi IHK bulan April lalu juga terjadi karena Jember merupakan daerah produsen yang mendistribusikan barang ke sejumlah daerah luar Jember.

Kondisi saat ini diperkirakan membuat distribusi barang kurang lancar, sehingga jumlah stok barang banyak masih di dalam Jember dan menyebabkan harga turun.

"Atau bisa jadi daya beli masyarakat kita yang menurun karena pendapatan menurun, sehingga terjadi perubahan pola konsumsi di banding sebelumnya," imbuh Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Jember Candra Birawa.

Candra menambahkan, pada bulan April lalu, juga terjadi penurunan harga padi kering panen dari kisaran Rp 4.500 - Rp 5.000 per Kg menjadi Rp 3.800 - Rp 4.100 per Kg. Penurunan harga gabah itu seiring terjadinya panen raya padi di Kabupaten Jember. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved