Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Secuil Cerita Tentang Para Pedagang Di Pasar Wonokromo Yang Masih Tetap Semangat Berjualan

Pemprov Jatim dalam mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 agar tidak semakin meluas, seperti satu diantaranya menerapkan kebijakan PSBB

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim.com/Fikri Firmansyah
Satu diantara pedagang penjual bumbu dapur di Pasar Wonokromo, Tarsih saat ditemui Harian Surya, Senin (4/5/2020) di Pasar Wonokromo. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Banyak kebijakan telah dilakukan Pemprov Jatim dalam mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 agar tidak semakin meluas, seperti satu diantaranya menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya.

Dan untuk tetap memastikan agar ekonomi masyarakat kecil agar tetap berjalan, maka dimasa berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu, pasar rakyat tetap dibolehkan beroperasi.

Namun, masih beroperasinya pasar rakyat di Surabaya, bukan berarti bisa sukses membuat para pedagannya tersenyum.

Sebab, berdasarkan fakta dilapangan dari pemantauan Harian Surya hari ini, Senin (4/5/2020) pedagang pasar pun tetap tidak alami keuntungan seperti hari-hari biasanya sebelum ada corona, yang dimana karena sepinya pembeli.

Adalah Tarsih, satu diantara pedagang di Pasar Wonokromo Surabaya.

Tarsih merupakan pedagang penjual bumbu dapur di Pasar Wonokromo.

Imbas PSSB Surabaya Raya, Harga Komoditi Cabai Didua Pasar Tradisional Surabaya Anjlok

Sindikat Pembobol ATM Dibekuk Polda Jatim, Cara Liciknya Bukan Main, Beli Alat Aksi di Pasar Gelap

Kodam V Brawijaya Siapkan Mes Dan Pasar Terbuka Selama Pandemi Covid-19

Sehari-harinya sebelum ada corona, Tarsih menjelaskan, ada sekitar 25 hingga 30 orang yang mampir dikiosnya, yang dimana untuk membeli barang yang ia dagangkan. Namun sekarang atau semenjak virus corona telah masuk di Surabaya kondisinya berputar 360 derajat.

"Saat kondisi saat ini jika dibandingakan saat sebelum ada wabah corona memang tentu berbeda sekali mas, mulai omset menurun hingga sepi pembeli," kata Tarsih kepada Harian Surya, Senin (4/5/2020) di Pasar Wonokromo.

Meski kondisinya sangat tidak menguntungkannya, Tarsih mengatakan dirinya akan tetap berjualan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved