Virus Corona di Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Anas Ingatkan Peran Penting Kades dalam Penanganan Covid-19

Seiring rampungnya pesanan satu juta masker kepada UMKM, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi

Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi serahkan masker ke camat se Banyuwangi 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Seiring rampungnya pesanan satu juta masker kepada UMKM, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi terus membagikannya. Kali ini, giliran desa yang berada di Kecamatan Kabat, Kecamatan Rogojampi, Kecamatan Blimbingsari, Songgon dan Singojuruh.

"Mohon masker ini dibagikan kepada warganya secara langsung. Jangan dibagikan di jalan atau di pasar. Ini tidak efektif. Karena bisa jadi, bukan warga setempat," ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang merupakan ketua Gugus Tugas, Selasa (5/5).

Kali ini, ada 120 ribu masker yang disalurkan ke 54 desa. Sebelumnya pemkab telah membagi 138 ribu masker kepada puluhan desa lainnya. Pembagian masker ini adalah bagian dari pesanan satu juta masker Pemkab banyuwangi kepada UMKM lokal.

Jumlah masker yang disediakan oleh pemerintah, memang tidak sebanding dengan jumlah penduduk Banyuwangi yang mencapai 1,7 juta jiwa. Satu juta masker yang disediakan bisa memantik kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Memang tidak semua warga bisa mendapat masker dari Gugus Tugas, tapi minimal dengan pembagian masker ini diharapkan bisa mendorong kesadaran warga untuk menggunakan pelindung diri," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada TribunJatim.com.

POTRET Cantik Istri Didi Kempot yang Jarang Terekspos, Yan Vellia Punya Beda Usia Jauh dengan Suami

Pada kesempatan tersebut, Abdullah Azwar Anas  juga meminta kepala desa untuk terus memperketat pemantauan terhadap pemudik. Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan pemantauan online terhadap para pendatang dari luar kota.

Hasil pemantauan tersebut tersambung ke jaringan smart kampung di masing-masing desa. Hal ini, perlu kesigapan dari stekholder desa untuk menindaklanjuti.

"Mohon segera ditindaklanjuti pemberitahuan yang muncul di smart kampung. Jangan sampai dibiarkan begitu saja. Pastikan para pendatang di karantina, langsung isolasi," imbuh Bupati Abdullah Azwar Anas kepada TribunJatim.com.

Selain itu, kini Banyuwangi juga akan menggiring para pemudik yang tetap nekad pulang mudik untuk dikarantina di areal GOR Tawangalun.

Mereka akan dikarantina selama 14 hari. Atau bisa melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing ketika sudah dijemput oleh kepala desanya.

"Jangan sampai idul fitri yang seharusnya bergembira, justru merana dikarenakan tertular Covid-19," tegas Abdullah Azwar Anas.

Tidak hanya soal pemudik, Anas juga meminta para kepala desa untuk terus mendata warga miskin dan terdampak. Data tersebut akan menjadi acuan untuk penyaluran bantuan dari berbagai skema yang diberikan oleh pemerintah. Baik dari kementerian, provinsi maupun dari kabupaten sendiri.

"Kita mendapat tambahan kuota yang cukup besar dari kementerian sosial maupun provinsi. Mohon jangan sampai ada warga miskin dan warga terdampak yang terlewat pendataan sehingga tidak sampai mendapat bantuan. Dalam hitungan kami, semua warga miskin akan bisa terkover dengan bantuan keroyokan yang ada," tambah Anas.(haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved