Breaking News:

Heboh Bintang Tsurayya atau Turaya Dikaitkan Corona, Ternyata Bukanlah Fenomena Alam 'Aneh' & Langka

Heboh bintang Tsurayya atau bintang Turaya dikaitkan berakhirnya wabah virus Corona, ternyata bukanlah fenomena alam 'aneh' & langka.

Editor: Alga W
Instagram/pussainsa_lapan
Bintang Tsurayya atau Pleiades 

TRIBUNJATIM.COM - Fenomena bintang Turaya atau Tsurayya tengah menjadi perbincangan publik setelah sebuah video viral di media sosial.

Suara pria dalam video tersebut meyakini telah melihat bintang Turaya ketika matahari terbit.

Dia mengatakan, kemunculan cahaya menyerupai bintang yang diyakini bintang Turaya adalah pertanda wabah Covid-19 akan berakhir.

5 Fakta Bintang Turaya yang Viral Disebut Pertanda Corona Akan Berakhir, Simak Penjelasan Ahli

Kendati demikian, astronom amatir Marufin Suibyo mengatakan bahwa cahaya kecil yang terekam dalam video tersebut bukanlah bintang Tsurayya.

"Bukan (bintang Tsurayya)."

"Kemungkinan besar itu Mars, kalau benar difoto pada saat pagi hari sebelum matahari terbit," ungkap Marufin kepada Kompas.com, Kamis (29/4/2020).

Lantas, kapan bintang Tsurayya muncul dan dapat dilihat mata telanjang?

Kota Ini Pakai Kotoran Ayam untuk Bantu Hentikan Penyebaran Covid-19, Bagaimana Cara Kerjanya?

Munculnya bintang Tsurayya

Dalam ilmu antariksa, bintang Tsurayya atau Turaya dikenal dengan Pleiades.

Dijelaskan Andi Pangerang dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Pusat Sains dan Antartika (Pussainsa) LAPAN, Sabtu (2/5/2020), mengatakan, gugus bintang Pleiades terlihat hampir bersamaan dengan terbitnya matahari atau fajar pada bulan Mei sampai Juni.

Setelah itu, Pleiades akan terlihat tinggi di langit sisi atas saat memasuki bulan September-Desember.

Bintang ini kemudian akan tenggelam saat fajar di bulan Desember.

Keberadaan Suku Lingon yang Misterius, Suku Asli Indonesia Punya Mata Biru Bak Bule, Diduga Punah?

Melihat pola terbitnya, bintang Tsurayya kemudian dijadikan penanda musim dingin oleh masyarakat yang tinggal di Bumi bagian utara.

Ditegaskan lebih lanjut oleh Marufin, jika terbit diartikan muncul dari timur di pagi hari tepat saat matahari terbit, maka bintang Tsurayya sudah mulai muncul pada akhir Mei sampai Juni nanti.

"Namun, bintang Tsurayya yang terbit bersamaan dengan matahari (saat fajar) tidak akan terlihat karena langit sudah sangat terang," kata Marufin kepada Kompas.com, Minggu (3/5/2020).

Dengan kata lain, hingga Juni nanti kita tidak bisa melihat bintang Tsurayya dengan kasat mata.

Suku Sentinel di Kepulauan Andaman Pernah Selamat dari Tsunami Aceh, Tak Segan Bunuh Orang Asing

Sebaliknya, jika terbit diartikan sebagai bisa dilihat mata manusia sebagai obyek di atas kaki langit timur, sebelum fajar terjadi, maka bintang Tsurayya akan tampak mulai pertengahan Juni.

"Pada saat ini, Pleaides masih berada di langit barat, tepatnya di bawah Venus."

"Sehingga secara teknis akan bisa dilihat setelah terbenamnya matahari, meski kedudukannya sangat rendah dan sulit untuk mengamati secara langsung."

"Pleiades akan berada di langit timur mulai pertengahan Juni mendatang, tatkala terbit lebih dulu ketimbang matahari," terang Marufin.

Mengenal Suku Togutil yang Hidup di Hutan-hutan Maluku dan Miliki Paras Mirip Bule

Syarat melihat bintang Tsurayya dengan mata telanjang

Untuk diketahui, gugus bintang Pleiades terletak di dekat rasi bintang Taurus.

Gugus bintang yang berjarak 444 tahun cahaya dari Bumi ini terdiri dari sejumlah bintang.

Tujuh bintang di antaranya dapat dilihat manusia dengan mata telanjang.

Pleiades (messier.seds.org/Ardiansyah)
Pleiades (messier.seds.org/Ardiansyah)

Asteroid yang Mendekati Bumi Pertengahan Ramadhan 1441 H Potensi Bahaya? Ahli: Harus Terus Diamati

Dalam mitologi Yunani dan dikenal sampai saat ini, ketujuh bintang itu adalah Sterope, Merope, Electra, Maia, Taygeta, Celaeno, dan Alcyone.

Ketujuh bintang itu juga dikenal sebagai bintang tujuh saudari atau seven sisters.

Bintang yang juga disebut sebagai Messier 45 (M 45) ini beserta bintang-bintang lain yang ada di dalam gugusannya tergolong sebagai bintang yang relatif muda dan masuk dalam kelas spektrum tipe B.

"Cenderung panas, cemerlang, dan berwarna kebiruan."

"Bila kondisi tidak berawan, saat-saat seperti ini kita bisa mengarahkan pandangan ke arah timur saat jelang matahari terbit."

"Carilah rasi Taurus, dan temukan lintang Kartika (nama lain Pleiades) di dekat rasi Taurus," jelas Andi dalam keterangan resminya.

Profil-Biodata dan Jejak Karier Didi Kempot, Campursari Sobyat Ambyar: The Godfather of Broken Heart

Marufin mengatakan, syarat untuk melihat bintang Tsurayya adalah tidak dilihat di lingkungan perkotaan.

Pasalnya, lingkungan perkotaan yang penuh dengan cahaya akan menutup cahaya bintang Tsurayya, sehingga tidak dapat dilihat manusia.

"Umumnya orang-orang akan menyaksikan bintang Tsurayya sebagai kumpulan tujuh titik cahaya," kata Marufin.

Bintang Tsurayya ini pun dapat difoto, asal syarat dan ketentuan di atas terpenuhi.

Untuk diketahui, bintang Tsurayya bukanlah fenomena bintang baru atau langka.

Bintang Tsurayya selalu muncul setiap tahunnya dan dapat disaksikan manusia.

Download Lagu MP3 Kalung Emas Didi Kempot versi Dangdut Koplo Lengkap Chord & Kunci Gitarnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Dikaitkan dengan Corona, Kapan Bintang Tsurayya Muncul dan Bisa Dilihat?.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved