Jalani Tahap II, Pendeta Yang Diduga Lakukan Cabul Dijerat Pasal Ini

Tersangka kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Pendeta Hanny Layantar jalani proses pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap II

Surya/samsul Arifin
Proses tahap II yang dilakukan jaksa Kejati Jatim terhadap tersangka Hanny Layantara yang dilakukan secara online, Selasa (5/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tersangka kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Pendeta Hanny Layantar jalani proses pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap II dari penyidik Ditreskrimum Polda Jatim kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim. 

Menurut Kasi Penkum Kejati Jatim Anggara Suryanagara, proses tahap II ini, dilakukan setelah berkas perkara kasus sudah dinyatakan lengkap sejak 22 April 2020 lalu.

"Kita sudah menunjuk beberapa jaksa untuk menyidangkan perkara ini di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya nantinya. Salah satunya jaksa Rista Erna dan Sabetania," terang Anggara, Selasa (5/5/2020).

Anggara menambahkan tersangka Hanny Layantara dijerat pasal 82 UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau pasal 289 KUHP atau pasal 294 KUHP.

"Proses tahap II dilaksanakan secara online, untuk mendukung program Physical Distancing. Penahanan tersangka kami titipkan di Rutan Polrestabes Surabaya untuk 20 hari kedepan," tambah mantan Kasipidum Kejari Tanjung Perak Surabaya ini.

Maling Motor Pasuruan Ditembak Mati Bukan Pemain Baru, Aksinya Sering Berkomplot, Bawa Parang-Pistol

Kaget Dengar Kabar Didi Kempot Wafat, Firasat Via Vallen Terkuak saat Lihat Video Ojo Mudik: Shock

NEWS VIDEO: Momen Merugi Penjual Parcel Lebaran di Surabaya, Permintaan Anjlok: Siasati Lewat Online

Diketahui, berdasarkan laporan polisi bernomor LP :LPB/155/II/2020/UM/SPKT tertanggal 20 Februari 2020 lalu, dugaan pencabulan dan pemerkosaan oleh pendeta salah satu gereja besar di Surabaya ini dilaporkan.

 Polisi menyebut, korban dicabuli oleh tersangka sejak berumur 10 tahun. Kini, korban sudah berumur 26 tahun. Kasus ini sendiri terbongkar saat korban hendak menikah. Tersangka pun ditangkap pada Sabtu (7/3/2020) lalu oleh polisi di area Perumahan Pondok Tjandra, Waru, Sidoarjo, saat disebut hendak pergi keluar negeri.

Sesuai pasal yang dijeratkan, tersangka terancam hukuman miminal 3 tahun maksimal 15 tahun dan denda minimal Rp 60 juta maksimal Rp 300 juta.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved