NEWS VIDEO: Momen Merugi Penjual Parcel Lebaran di Surabaya, Permintaan Anjlok: Siasati Lewat Online

Namun siapa sangka, tahun ini menjadi berbeda dengan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada menurunnya permintaan pembeli.

TRIBUNJATIM.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
Penjual saat merapikan ratusan paket parcel jelang Hari Raya Idul Fitri 2020 di Toko Parcel Elson, Jalan Ondomohen, Selasa (5/5/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H menjadi waktu panen pesanan bagi para penjual parcel di Jalan Ondomohen, Kecamatan Genteng Kali, Surabaya

Namun siapa sangka, tahun ini menjadi berbeda dengan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada menurunnya permintaan pembeli

Kepala Toko Parcel Elson, Nurul Elmiana (44) mengatakan penurunan permintaan pesanan mulai dirasakan sejak Maret Lalu, dan saat diterapkannya PSBB Surabaya pesanan mulai anjlok.

Datangi Pos Pelayanan Avengers Polisi, Warga Tuban Beri Bunga & Parcel: Terima Kasih Amankan Lebaran

Jelang Lebaran, Nia Ramadhani Bagi-bagi Parcel untuk Sahabat, Lihat Isinya yang Dibongkar Luna Maya!

“Biasanya awal puasa, toko sudah kebanjiran orderan dari luar Kota dan Pulau. Karena ada pandemi covid 19 penjualan anjlok,” ungkapnya, Selasa (5/5/2020). 

Akibat penurunan permintaan pembeli, Nurul mengaku terpaksa mengurangi stok parcel yang akan dijualnya sebanyak 75 persen dari tahun 2019 lalu. 

“Stok parcel sudah dikurangi sebanyak 75 persen, yang sebelumnya kita sediakan 10000 paket kali ini ditengah pandemi hanya 2500 paket saja,” lanjutnya. 

Dampak lainnya, para pelanggannya rata-rata membeli parcel dengan harga yang jauh pebih murah dari sebelumnya. 

Dimana toko parcel tempat ia bekerja didominasi oleh para pengusaha yang memiliki jumlah karyawan yang tidak sedikit. 

“Saat ini memang harga parcel per paket mulai Rp 95 ribu hingga Rp 1,5 juta yang sebelumnya sampai Rp 3 juta,” ungkapnya. 

Menurunnya permintaan pembeli tak membuat Nurul pasrah dengan keadaan. Berbagai cara praktis mulai dilakukan untuk memasarkan produk parcelnya. Salah satu dengan memanfaatkan media sosial dan aplikasi online. 

“Jadi via WA saya chat satu persatu para pelanggan tetap dengan memberikan foto parcell sekaligus price list nya. Setelah deal harga, pembeli melakukan transfer yang langsung dikirim barang sesuai alamat pemesan,” kata Nurul. 

Menjemput bola dengan memberikan penawaran menarik bagi pelanggannya merupakan trik jitu bagi Nurul untuk meningkatkan permintaan pesanan pembeli agar tak mampet di kondisi sekarang ini. 

Penulis: Mayang Essa
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved