Penjualan Oleh-oleh Trenggalek Anjlok Imbas Corona, Dulu Omzet Bisa 20 Juta: Sekarang 300 Ribu Susah

Para pedagang di pusat oleh-oleh khas di Trenggalek harus "berpuasa" menjelang Lebaran.

TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Pedagang di pusat oleh-oleh khas Trenggalek di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Selasa (5/5/2020). Pedagang kini harus "berpuasa" karena omzet anjlok. 

TRIBUNTRENGGALEK.COM, TRENGGALEK - Para pedagang di pusat oleh-oleh khas di Trenggalek harus "berpuasa" menjelang Lebaran.

Tren banjir omzet mendekati hari raya tak lagi terjadi untuk tahun ini.

Para pedagang mengaku penjualan oleh-oleh sepi dampak dari larangan mudik dan imbuhan di rumah saja akibat virus Corona.

Sebagai Upaya Transparasi, Pemkab Trenggalek Umumkan Daftar Penerima Bantuan Sosial

Bantu Pemkab Cegah Penyebaran Covid-19, PKK Kabupaten Trenggalek Bentuk Relawan Berjarak

70 Orang Pemudik Harus Putar Balik lagi Dari Trenggalek

Sri Muawanah, salah satu pedagang, mengaku sudah tak lagi menyetok camilan untuk dijual.

Kini ia hanya memajang dagangan yang sudah distok jauh hari sebelumnya.

"Terakhir beli stok sebelum corona, sekitar dua bulan lalu. Padahal biasanya kulakan tiap minggu," ujar Sri, Selasa (5/5/2020).

Sri menjual aneka camilan oleh-oleh. Yang paling laris, kata dia, adalah camilan khas Trenggalek, yakni keripik tempe, alen-alen, dan manco.

Pada puncak musim Ramadhan menjelang Lebaran tahun lalu, Sri mengaku bisa menjual hingga Rp 20 juta camilan saban hari.

"Sekarang cari Rp 200.000, Rp 300.000 saja susah," ungkap Sri.

Biasanya di musim yang sama, Sri sampai mengkaryakan tiga pegawai untuk melayani pembeli.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved