Virus Corona di Mojokerto

Peternak Unggas di Mojokerto Terancam Bangkrut Efek Corona, Harga Anjlok, Suplai Tak Tersalurkan

Sejumlah peternak unggas di Kabupaten Mojokerto terancam gulung tikar akibat harga komoditas ternak anjlok.

TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
ILUSTRASI peternakan ayam 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sejumlah peternak unggas di Kabupaten Mojokerto terancam gulung tikar akibat harga komoditas ternak anjlok dan tidak terserap pasar karena efek pandemi Covid-19 berkepanjangan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto, setidaknya lebih dari 77 peternak unggas yang paling dominan yakni peternak ras ayam petelur dan peternak ayam broiler atau ayam ras pedaging.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Teguh Gunarko, menjelaskan kendala peternak unggas saat ini yaitu sulit menjual komoditas hasil ternak pada masa pandemi seperti ini.

5 Resep Menu Sahur Mudah dan Praktis untuk Disantap Bersama Keluarga, Hanya Butuh Waktu 30 Menit

Apalagi, suplai telur ayam dan ayam ras pedaging menumpuk tidak tersalurkan ke pasaran secara optimal.

"Permintaan konsumen turun maka hasil komoditas peternak ayam ras petelur maupun ras pedaging tidak terserap pasar secara maksimal jadi peternak mengalami penurunan omzet yang cukup siginifikan," ungkapnya, Selasa (5/5/2020).

Ia mengatakan harga ayam broiler di pasaran sekarang ini sangat fluktuasi.

Apalagi, harga ayam ras pedaging dari peternak sempat merosot sekitar Rp 8.000 sampai Rp 10.000 yang sekarang sudah mulai merangkak naik di atas Rp12.000.

"Sedangkan harga normal ayam ras pedaging sebelum Pandemi dari peternak diatas Break Even Point (BEP) sekitar Rp 18.000," jelasnya.

Menurut dia, apabila permintaan pasar terus menurun dan bertahan beberapa lama maka potensi akan ada peternak mandiri terancam merugi bahkan berpotensi tutup.

Penjualan Oleh-oleh Trenggalek Anjlok Imbas Corona, Dulu Omzet Bisa 20 Juta: Sekarang 300 Ribu Susah

"Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak kalau dibiarkan semakin lama bisa jadi peternak mandiri bisa tutup dengan sendirinya, produk tidak laku apalagi dijual murah dan tidak balik modal," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved