PSBB Malang Raya

Ikut Kabupaten Malang, Kota Batu Tunda Kirim Draf PSBB, Padahal Sudah Ditandatangani Dewanti Rumpoko

Menurut wali kota Batu, ketika suatu daerah mengajukan PSBB, semua lini harus siap, termasuk pemberian fasilitas sembako kepada masyarakat.

TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berbicara soal persiapan pengajuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Batu, Minggu (26/4/2020), didampingi Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama dan Komandan Kodim 0818/Malang-Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Pemerintah Kota Batu menunda mengirim draf dukungan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ).

Padahal draf sudah ditandatangani oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

"Terus terang kalau Kota Batu skornya tidak masuk, sehingga kami ikut saja sebagai pendukung. Ini Kabupaten Malang masih menunda, sehingga kami juga menunda," kata Dewanti Rumpoko, Rabu (6/5/2020).

Dewanti Rumpoko mengaku sudah menandatangani draf dan hanya tinggal mengajukan saja.

"Saya sudah selesai tanda tangani. Tapi ada informasi kalau Kabupaten Malang menunda," imbuh politisi PDI Perjuangan itu.

Menurut Dewanti Rumpoko, ketika suatu daerah mengajukan PSBB, semua lini harus siap, termasuk pemberian fasilitas sembako kepada masyarakat.

Pikirkan Dampak Sosial Ekonomi, Bupati Malang Tak Prioritaskan PSBB, Pilih Physical Distancing

Soal Pembagian Telur dari Pemkab Malang, Ketua Dewan Ungkap Pendataan Jadi Kendala

"Kabupaten Malang luas sekali, mungkin ada hal yang disiapkan," ujar Dewanti Rumpoko.

Sementara di Kota Batu sendiri, persiapan pasokan obat dan makanan bisa bertahan hingga tiga bulan ke depan.

Kota Batu hanya memerlukan SDM untuk dukungan keamanan.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved