Nama Wabup PasuruanMasuk Dalam Ploting Megaproyek 2,5 Juta Masker, Ini Responnya

Polemik pengadaan 2,5 juta masker untuk masyarakat di Kabupaten Pasuruan dengan anggaran senilai Rp 7,5 miliar semakin liar.

(Surya/Galih Lintartika)
MERINGANKAN : Wabup Pasuruan KH Mujib Imron saat memberikan bantuan sembako. 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Polemik pengadaan 2,5 juta masker untuk masyarakat di Kabupaten Pasuruan dengan anggaran senilai Rp 7,5 miliar semakin liar.

Setelah menyeret sejumlah nama dari kalangan dewan, LSM dan wartawan, dugaan penyalahgunaan megaproyek masker ini juga menyeret nama Wabup Pasuruan KH Mujib Imron.

Orang nomor 2 di Pasuruan ini diduga kuat terlibat dalam pengadaan proyek yang seharusnya ditujukan untuk UMKM di Kabupaten Pasuruan tersebut.

Nama Gus Mujib, sapaan akrab Wabup Pasuruan ada di dalam ploting masker non UMKM. Nama Wabup sejajar dengan sejumlah anggota dewan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan.

Berdasar data rekap penerima order masker, nama Wabup mendapat jatah pengadaan 50.000 masker. Rincian daftar distribusi masker ini berjumlah 500.000.

Ini merupakan sisa order yang didapatkan Himpunan Asosiasi (HIAS) sebanyak 1 juta masker. Sehingga jatah distribusi masker yang dikoordinir Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan genap 1,5 juta masker.

BREAKING NEWS: Ratusan Pedagang Bojonegoro Jalani Rapid Test, 86 Orang Reaktif, 3 Hal Dibuat Pemkab

Lapak Jasa Tukar Uang Baru di Jalan Pahlawan Surabaya Mulai Ramai, Pecahan 5 Ribu Paling Dicari

TERKUAK Nasihat Sederhana Crazy Rich Surabayan Tom Liwafa, Meski Susah, Jangan Malu Lakukan Hal Ini

Wabup Pasuruan Mujib Imron yang dikonfirmasi mengaku kaget namanya tercantum dalam daftar penerima order masker. Ia menyatakan tidak pernah meminta atau memberikan rekomendasi kepada seseorang untuk mendapatkan jatah pengadaan masker.

“Ramai-ramai itu termasuk dinamika. Siapapun bisa membawa-bawa nama saya untuk minta jatah masker. Tapi saya tidak pernah merekomendasi agar seseorang dapat jatah masker,” kata Gus Mujib, panggilan akrabnya kepada TribunJatim.com.

Menurut Gus Mujib, ia selalu mewanti-wanti agar proses itu berjalan sesuai dengan etika pengadaan barang, harus ada pembanding, harus clean, dan tidak abu-abu.

“Mestinya pengadaan barang masker ini harus dengan UMKM. Saya sudah wanti-wanti, jangan sampai wabah Coronanya selesai, kita habis juga. Semua harus jelas,” tandas Gus Mujib. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved