Virus Corona di Gresik

Kesulitan Penuhi Alat Rapid Tes Perusahaan di Gresik

Seluruh perusahaan di Gresik diwajibkan untuk melakukan rapid tes seluruh karyawannya untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19

SURYA/WILLY ABRAHAM
Konferensi pers satgas percepatan dan penanganan Covid-19 di Gresik, Selasa (21/4/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Seluruh perusahaan di Gresik diwajibkan untuk melakukan rapid tes ke seluruh karyawannya untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19. Namuh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kebingungan untuk memenuhi ketersediaan alat rapid tes di perusahaan.

Kepala Dinas Kesehatan Gresik, drg Saifudin Ghozali mengungkapkan alat rapid tes yang saat ini dimiliki Pemkab Gresik hanya mampu mengcover karyawan untuk seluruh perusahaan di Gresik.

"Cukup hanya tiga sampai lima perusahaan," ucapnya kepada TribunJatim.com, Minggu (10/5/2020).

Pihaknya sedang kami mencari solusi. Termasuk pihak ketiga yang akan membantu ketersediaan rapid tesnya dari mana. Pihaknya belum memberikan keterangan berapa jumlah pasti alat rapid tes di Gresik.

"Yang jelas jumlah alat yang ada saat ini jelas tidak cukup," katanya kepada TribunJatim.com.

Ghozali menuturkan, meskipun ini menjadi kebijakan pemerintah daerah namun pihaknya akan memprioritaskan perusahaan-perusahaan yang bersikap aktif untuk mendapatkan alat rapid tes.

Siang Bolong, Pria di Tulungagung ini Nekat Mencuri Tabung Gas, Tertangkap Dihajar Warga

Cara Unik Nelayan Lamongan Undang Ikan, Hasil Menjanjikan, Efisien dan Minim Modal

VIRAL Video Pemuda Ngamuk saat Ditegur Agar Pakai Masker, Polisi Tua Jadi Incaran Makian

Rencananya pekan ini pihaknya akan kembali menggelar rapat lanjutan untuk membahas teknis rapid tes bagi karyawan di perusahaan yang ada di Gresik.

“Kami akan cari jalan untuk mengfasilitasinya agar perusahaan bisa memeriksakan seluruh karyawan dan tidak membuat beban operasional baru. Disamping itu, hal ini membantu kami untuk melakukan mitigasi terhadap pandemi ini. Kalau rapid tes di laboratorium swasta memang harganya mahal," paparnya kepada TribunJatim.com.

Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Gresik, Musa menyebut Pemkab Gresik kurang serius dan tidak pro aktif dalam mendeteksi sebaran covid 19 di perusahaan-perusahaan di Gresik. Politisi asal Pulau Bawean ini meminta Pemkab untuk lebih serius lagi dan jangan sampai kecolongan seperti di perusahaan rokok yang berada di Surabaya.

“Pemkab memiliki anggaran 40 miliar yang bisa digunakan untuk pengadaan alat rapid tes. Ini sangat besar namun saat ini peran dan langkahnya belum terlihat,” terangnya.

Menurutnya selama ini klaster perusahaan menjadi penyumbang terbesar kasus positif Covid-19 di Jatim.

“Kami mencatat lebih dari 20 perusahaan di Gresik yang sangat rawan dan berpotensi merah," tegasnya.

Diantaranya perusahaan tempat kerja pasien yang berstatus positif Covid-19. Hal ini harus menjadi perhatian satgas.

"Satgas tidak fokus melakukan penanganan disana. Satgas hanya melakukan tracing dengan siapa dia berinteraksi langsung dan berhenti disitu. Harusnya bisa lebih dari itu,” pungkasnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved