Semarak Ramadhan 2020

Jelang Idul Fitri 1441 Hijirah, Polsek Palengaan Datangi Bengkel Sosialiasi Larangan Knalpot Brong

Polsek Palengaan datangi bengkel jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, sosialisasi larangan knalpot brong demi kenyamanan masyarakat.

TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bhabinkamtibmas Desa Larangan Badung Pamekasan, Bripka Taufik saat mendatangi Samsuri, salah satu pemilik bengkel di Desa Larangan Badung, Senin (11/5/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah,  biasanya muda-mudi di Kabupaten Pamekasan, Madura bakal mengganti knalpot standar sepeda motornya dengan knalpot brong.

Untuk mengantisipasi hal itu, Bhabinkamtibmas Desa Larangan Badung Pamekasan, Bripka Taufik bersama Kanit Patroli Polsek Palengaan mendatangi sejumlah pemilik bengkel.

Kali ini Samsuri, salah satu pemilik bengkel di Desa Larangan Badung yang didatangi, Senin (11/5/2020).

Siapa Mantan Nagita yang Buatnya Sampai ke Psikiater? Sosok Terkuak, Nama Rieta Amilia Ikut Terseret

Nekat Buka Kulkas Peninggalan Ibu yang Dilakban Puluhan Tahun, Pria Ini Menjerit, Isinya Mengerikan

Maksud kedatangan para personel kepolisian Polsek Palengaan tersebut untuk memberikan sosialisasi perihal larangan penggunaan knalpot brong jelang Hari Raya Idul Fitri 2020.

Bhabinkamtibmas Desa Larangan Badung Pamekasan, Bripka Taufik mengatakan, masyarakat merasa terganggu dengan adanya sepeda motor yang menggunakan knalpot brong yang bunyinya sangat keras.

Menurut dia, penggunaan knalpot brong pada sepeda motor ini seringkali mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat saat beristirahat.

Balita Positif Covid-19 di Malang Sembuh Berdasarkan Tes Swab, Tapi Orang Tua Tetap Isolasi Mandiri

Buka Puasa dengan Menu Hotel Bintang 5 Cuma Rp 150 Ribu? Coba Paket Nusantara Wyndham Surabaya!

"Kami akan terus melakukan imbauan kepada pemilik bengkel atau yang punya sepeda motor yang sudah terpasang knalpot brong agar tidak dipasang," kata Bripka Taufik kepada TribunMadura.com.

Bripka Taufik menjelaskan, bila muda-mudi di Pamekasan tidak memakai knalpot brong pada sepeda motornya, maka masyarakat akan merasa aman dan tidak terganggu saat jam istirahat.

Ia mengaku, pemilik bengkel merespon baik dengan sosialisasi dan arahan yang pihaknya berikan.

Kata dia, para pemilik bengkel mendukung penuh terhadap polisi untuk menindak para pengendara sepeda motor yang memakai knalpot brong.

"Sosialisasi yang kami lakukan ini, juga demi mewujudkan situasi Kamtibmas di lingkungan masyarakat, terutama dampak buruk dari penggunaan knalpot racing," tutupnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved