Nama Wakil Ketua DPRD Trenggalek Masuk Daftar Penerima Bantuan Covid-19, Minta Pemda Verifikasi

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi masuk daftar penerima bantuan sosial Corona. Minta dicoret, harap Pemda verifikasi.

TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Wakil Ketua DPRD Trenggalek yang juga politisi PDIP, Doding Rahmadi. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Nama Doding Rahmadi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, masuk dalam daftar penerima bantuan sosial Corona ( Covid-19 ) dari pemerintah pusat.

Doding mengaku, mendapat kabar namanya masuk ke daftar itu, Minggu (10/5/2020) malam.

"Tadi malam saya dihubungi kepala desa, kan hari ini tahapannya di desa verifikasi data. Saya dihubungi kepala desa, data saya masuk," kata Doding, Senin (11/5/2020).

Nekat Buka Kulkas Peninggalan Ibu yang Dilakban Puluhan Tahun, Pria Ini Menjerit, Isinya Mengerikan

VIRAL Video Dinner Syahrini & Ayah Angkat, Momen Tak Terekspos, Laurens Bongkar Kisah Tak Terungkap

Doding pun meminta kepada kepala desa tempat tinggalnya untuk mencoret namanya dari daftar penerima bantuan.

"Karena yang lain, yang lebih membutuhkan banyak," politisi PDI Perjuangan itu.

Doding menduga, daftar itu berasal dari pemerintah pusat alias Kementerian Sosial RI.

OTG Corona di Jember Tembus 399 Orang, Kecamatan Ajung Terbanyak, Ada Satu Kasus Positif Covid-19

IKA ITS Serahkan Buku Saku Protokol Pencegahan Covid-19 ke Pemprov, Gubernur Khofifah: Look Nice

"Jadi mungkin ada data pengembangan (penerima bantuan sosial) dari pusat. sekarang diverifikasi kabupaten dan desa," sambung Doding.

Atas temuan itu, Doding berharap warga lain yang merasa mampu dan masuk ke daftar serupa untuk menolak atau mengalihkan bantuan.

Sebab masih banyak warga lain yang lebih layak menerima bantuan sosial akibat pandemi Corona di Trenggalek.

"Harapan (lain) saya, dari pemerintah daerah dan desa agar benar-benar memverifikasi agar bantuan-bantuan tepat sasaran," tuturnya.

Selama ini, Doding mengaku tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah pusat.

Ia menduga, kesalahan input data itu akibat ia yang dulu tercatat hidup sendiri dan tinggal menumpang di rumah saudara.

"Jadi mungkin dari pemerintah pusat saya dikira sebatang kara, tidak punya rumah. Mungkin dasar pusat seperti itu. Padahal berkembang, saya sudah menikah dan sudah punya rumah," tutur Doding. 

Penulis: Aflahul Abidin

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved