PSBB Malang Raya

Begitu Keputusan Menkes Soal PSBB Malang Raya Beredar, Bupati Malang Sanusi Gelar Rapat Mendadak

Beredar surat Kementerian Kesehatan RI menyetujui penerapan PSBB Malang Raya. Bupati Malang Sanusi langsung menggelar rapat Forkopimda.

tangkap layar
Begitu surat keputusan Menteri Kesehatan RI perihat PSBB Malang Raya, Bupati Sanusi langsung menggelar rapat mendadak bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Malang. 

Laporan reporter TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Beredar surat Kementerian Kesehatan RI menyetujui penerapan PSBB Malang Raya.

Surat Elektronik (SE) beredar malam ini Senin (11/5/2020) dengan nomor HK.01.07/MENKES/305/2020.

Berdasarkan pantauan di Pendapa Peringgitan Pemkab Malang, jajaran Forkopimda langsung menggelar rapat.

Rapat digelar membahas peraturan bupati (perbup) saat PSBB dilaksanakan.

Izin Kemenkes PSBB Malang Raya Kemungkinan Turun Selasa Besok, Wali Kota Sutiaji: Bahas Mekanismenya

Skema Penerapan PSBB Malang Raya, Jualan di Pasar Disistem Ganjil Genap hingga Sanksi Segel Warung

Pemkot Malang Targetkan PSBB Malang Raya Cukup 1 Periode, Disiplinkan Penerapan Physical Distancing

Materi pembahasan rapat seputar regulasi yang diterapkan saat PSBB. Meliputi pemberlakuan jam malam, pekerja, check poin, bantuan sosial dan sosialisasi.

Bupati Malang, Muhammad Sanusi memimpin langsung rapat malam ini.

PSBB​ Malang​ Raya yang sekarang masih diajukan ke Meneteri kesehatan diharapkan cukup 14 hari saja.

Sanusi mengusulkan ada 14 kecamatan yang diterapkan PSBB.

Yakni Kecamatan Lawang, Singosari, Pakis, Bululawang, Pujon, Ngantang, Ngajum, Pakisaji, Dau, Wajak, Karangploso, Kepanjen, Ampelgading, dan Pagelaran.

Halaman
12
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved