Virus Corona di Malang

45 Ribu Debitur di Wilayah OJK Malang Ajukan Restrukturisasi Kredit

Sekitar 45 ribu debitur di wilayah kerja OJK Malang mengajukan restrukturisasi kredit karena terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
(8 dari kanan) Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2020 dan Serah Terima Jabatan Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur yang bertempat di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (28/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sekitar 45 ribu debitur di wilayah kerja OJK Malang mengajukan restrukturisasi kredit karena terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19.

Nilai kredit yang direstrukrisasi mencapai Rp 5,6 triliun.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri menerangkan para debitur mayoritas memilih mengajukan perpanjangan masa tenor dan penundaan pembayaran (grace period). Sebagian lainnya, juga mengajukan pengurangan suku bunga.

“Pada posisi 12 Mei 2020, jumlah debitur yang telah disetujui permohonan keringanan atau restrukturisasi oleh perbankan dan perusahaan pembiayaan sebanyak 45.790 debitur. Total nilai kewajiban sebesar Rp 5,6 Trilun,” ujar Sugiarto, ketika dikonfirmasi, Rabu (13/5/2020).

Dia menjelaskan program restrukturisasi kredit yang didorong oleh pemerintah itu bermanfaat bagi kedua belah pihak. Dari sisi kreditur, misalnya, diuntungkan karena angka non performing loan (NPL) atau kredit macet dapat ditekan. Sementara bagi debitur, kebijakan itu bermanfaat karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang tidak memasukkan mereka dalam daftar hitam karena menunggak.

MUI Pusat Minta Pemerintah Untuk Memberikan Kelonggaran Kegiatan Keagamaan

Masuk PSBB Jilid II, Seluruh Warga Sidoarjo dan Gresik Bisa Belanja Sembako Murah dan Gratis Ongkir

VIRAL Surat Cinta untuk Pilot Joyce Lin yang Jatuh di Danau Sentani Papua, Foto & Isi Menyayat Hati

“Sehingga sektor yang ditekuni keduanya bisa berjalan meski tidak bisa normal sebelum pandemi,” katanya.

Sugiarto mengatakan jumlah restrukturisasi kredit akibat pandemi Covid-19 yang diajukan juga masih aman bagi lembaga jasa keuangan. Sebab jumlah kredit yang dikucurkan sampai April 2020 tembus Rp 61 triliun.

Dari data, NPL di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Malang tercatat sebesar 2,74 persen. Jumlah itu naik dibandingkan tahun lalu yang berada di angka 1,9 persen.

“Meski nanti keputusan restrukturisasi tetap diserahkan kepada lembaga jasa keuangan. Apakah diperpanjang masa tenor atau grace period,” jelasnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved