Virus Corona di Jawa Timur

MUI Pusat Minta Pemerintah Untuk Memberikan Kelonggaran Kegiatan Keagamaan

Suryono Pane, Komisi Hukum & Perundang-undangan MUI Pusat meminta Pemerintah untuk memberikan kelonggaran masyarakat dalam melaksanakan ibadah

GridHits.ID
ilustrasi salat tarawih berjamaah 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Suryono Pane, Komisi Hukum & Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat meminta Pemerintah untuk memberikan kelonggaran masyarakat dalam melaksanakan ibadah menjelang berakhirnya ramadan.

Menurut Suryono Pane, ketika pemerintah memberikan kelonggaran kebijakan transportasi umum dibuka kembali meski ada batasan dan ketentuan, harusnya ada kelonggaran juga bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di masjid.

"Makanya hari ini, saya melihat pemerintah harus sedikit mengendurkan kebijakan. Apalagi, ini sudah mendekati 10 hari terakhir Ramadhan. Biarkan masyarakat menikmati keindahan, berkah dan kembali khusyuk beribadah di bulan ramadhan," katanya kepada TribunJatim.com, Rabu (13/5/2020) siang.

Ia merasa, Pemerintah akan cukup bijak, jika sedikir memberikan kelonggaran dan tidak membatasi kegiatan keagamaan. Kata dia, khususnya di masjid, karena sudah jadi kebiasan masyarakat di 10 akhir ramadhan.

"Biasanya masyarakat berbondong-bondong ke masjid untuk ihtikaf dan berlomba - lomba endapatkan malam lailatul qadar, dan sejenisnya. Makanya, saya mewakili Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kegiatan sosial keagamaan dalam bentuk apapum diperbolehkan," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Masuk PSBB Jilid II, Seluruh Warga Sidoarjo dan Gresik Bisa Belanja Sembako Murah dan Gratis Ongkir

VIRAL Surat Cinta untuk Pilot Joyce Lin yang Jatuh di Danau Sentani Papua, Foto & Isi Menyayat Hati

Kebanyakan Aset Provinsi, Nilai Kerugian Kebakaran Gudang Alsintan di Trenggalek Belum Jelas

Hari ini, kata Pane, sapaan akrab pria asal Beji, Pasuruan ini, banyak masyarakat yang mengehentikan kegiatan sosial yang biasa dilakukannya di bulan ramadhan, karena takut terdampak virus Corona atau Covid-19 dan mengikuti anjuran dari pemerintah.

"Imbasnya di luar batas nalar kita. Ada yang menghentikan kegiatan santunan yatim piatunya, peringatan nuzulul al qur'an dan sejenisnya. saya kira Pemerintah harus segera bersikap. Mari kembali berbondong - bondong mendekati Allah SWT, bukan justru menjauhinya," sambungnya.

Ia juga mengapresiasi langkah MUI Jawa Timur yang sudah meminta kepada seluruh kepala daerah di Jatim untuk membuka atau mengaktifkan kembali masjid dan musala

"Kalau saya melihat, hasil analisis dan evaluasi penerapan kebijakan PSBB di Jawa Timur terkait dengan kegiatan di rumah ibadah muslim ini tidak maksimal dan cukup beralasan," papar dia. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved